Minapoli
Fillet, Solusi Piutang Macet dan Oversuplai
Patin

Fillet, Solusi Piutang Macet dan Oversuplai

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
3 menit baca

Peningkatan pendapatan budidaya patin bisa lima kali lipat\r\nmenanam padi Prinsip penjualan ikan patin atau populernya pangasius\r\n(Pangasius hypophthalmus) dalam bentuk fillet tampaknya sudah ...

Peningkatan pendapatan budidaya patin bisa lima kali lipat\r\nmenanam padi

Prinsip penjualan ikan patin atau populernya pangasius\r\n(Pangasius hypophthalmus) dalam bentuk fillet tampaknya sudah dilakukan oleh\r\nSirkam Efendi (49 tahun) pembudidaya patin asal Lampung. Warga Desa\r\nLugusari, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu ini sudah menebar 80 hingga\r\n120 ribu ekor bibit patin per bulan dengan produksi 40 hingga 60 ton per bulan.\r\nLuas kolam keseluruhan mencapai 5 ha dengan total 50 kolam dan 2 ha di\r\nantaranya milik sendiri yang tersebar di 10 lokasi.

Untuk mensuplai pabrik, masa pemeliharaan patin berkisar\r\nantara 6-7 bulan untuk menghasilkan patin berukuran 0,8 hingga 1,3 kilogram\r\n(kg) per ekor dan dijual dengan harga Rp14 ribu hingga Rp14.500 per kg. Margin\r\nkeuntungan yang diperolehnya berkisar antara Rp1.500 hingga Rp2 ribu per kg.

Menurut Sirkam, skala ekonomi budidaya patin, minimal dengan\r\nmenebar 5 ribu ekor bibit untuk bisa menghasilkan pendapatan Rp3 - 4 juta per\r\nbulan. Dibandingkan dengan menanam padi, peningkatan pendapatan dari budidaya\r\nikan bisa mencapai lima kali lipat. Hanya perlu modal awal yang besar untuk\r\nmembuat kolam ikan.

Pengalaman Sirkam selama ini, untuk kolam 3 ribu meter\r\ndengan kedalaman air 1,5 meter ditebar 40 ribu ekor bibit patin. Selama enam\r\nbulan kebutuhan pakan mencapai 12 ton. Setelah dipanen pada usia enam bulan\r\ndengan SR 70 % maka diperoleh ikan sebanyak 27-28 ton. Dengan harga jual Rp14\r\nribu per kg dan margin keuntungan Rp2 ribu per kg maka keuntungan bersih\r\nsekitar Rp56 juta.

Manajemen Budidaya

Untuk usahanya, bibit patin ukuran 1,5 inci ia beli dari\r\nKota Metro dengan harga Rp160 hingga Rp180 per ekor sudah sampai di tempat.\r\nBibit tersebut ditebar di kolam tanah dengan kepadatan 10 ekor per meter kubik\r\n(m3).

Diakuinya, citarasa daging patin yang dibesarkan di kolam\r\nplastik atau terpal lebih baik. Sebagai solusinya, untuk meningkatkan kualitas\r\ndaging maka Sirkam menggunakan pakan pabrik dari awal budidaya hingga panen.

Kecuali itu, ia tetap bertahan dengan kolam tanah, karena\r\nmasa budidaya lebih pendek dibandingkan dengan kolam plastik sehingga selisih\r\nkeuntungan hanya 2-3 %. Sebab SR pada kolam plastik hanya 63 %, sementara pada\r\nkolam tanah bisa mencapai 70 %.

Hanya kelemahnnya pada kolam tanah, sehabis panen perlu\r\nmenyedot lumpur dengan mesin pompa alkon sehingga masa persiapan budidaya untuk\r\nsiklus berikutnya minimal seminggu hingga dua minggu, termasuk untuk melakukan\r\npengisian air.

Sementara itu, ia juga menekankan titik kritis budidaya\r\npatin terletak pada saat usia dua bulan. Penyakit yang biasanya menyerang\r\nberupa bintik merah yang disebabkan bakteri. Pencegahannya dengan aplikasi\r\nprobiotik ke air dari awal budidaya dengan frekuensi dua minggu sekali\r\nuntuk memperbaiki kualitas air.

Lalu pada musim kemarau sering terjadi ikan mati massal\r\nkarena keracunan amoniak akibat kesulitan air untuk melakukan penggantian dan\r\npenambahan air. Kematian massal ini umumnya terjadi pada kepadatan tinggi.\r\nTerakhir Sirkan mengalami kasus kematian massal pada 2017. Untuk mencegahnya\r\ndibuat sumur bor sehingga tetap bisa melakukan penggantian dan penambahan air\r\npada musim kemarau.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 94/15 Maret –\r\n14 April 2020


Artikel Asli: Trobos Aqua

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan