Demi keberlanjutan usaha budidaya udang, kebutuhan hidup\r\nhewan bongkok berkarapas ini perlu dipenuhi. Jika tidak, laju pertumbuhan\r\nmenjadi lambat bahkan bisa berakibat pada kematian.Dalam dunia ...

Demi keberlanjutan usaha budidaya udang, kebutuhan hidup\r\nhewan bongkok berkarapas ini perlu dipenuhi. Jika tidak, laju pertumbuhan\r\nmenjadi lambat bahkan bisa berakibat pada kematian.
Dalam dunia usaha budidaya, setidaknya ada dua faktor\r\nkebutuhan utama yang harus dipenuhi sesuai karakteristik udang, yaitu pakan dan\r\nlingkungan. Pakan berguna untuk memasok nutrisi bagi udang agar terus tumbuh\r\ndan membesar. Jika kebutuhan nutrisi terpenuhi, metabolisme tubuh berjalan\r\ndengan baik, daya imunitas terjaga, dan udang pun tumbuh dengan sehat.
Apakah pakan saja cukup menjamin keberlangsungan hidup\r\nudang? Ternyata tidak. Terdapat faktor lingkungan yang juga berperan besar\r\ndalam meningkatkan kualitas hidup udang. Kualitas lingkungan yang buruk bisa\r\nberdampak langsung pada kesehatan ikan, memacu stres dan menimbulkan keracunan.\r\nDampak lainnya, nafsu makan udang menurun dan mengakibatkan menurunnya daya\r\nimunitas. Wabah penyakit pun mudah muncul.
Sebaik apapun kualitas pakan yang diberikan, jika lingkungan\r\nbudidaya buruk bisa menyebabkan kegagalan dalam budidaya. Oleh sebab itu,\r\nmuncul upaya untuk memberikan bahan tambahan yang bertujuan untuk meningkatkan\r\nkualitas kesehatan udang. Harapannya, hasil panen bertambah, baik dari sisi\r\njumlah dan kualitas, serta waktu panen menjadi lebih singkat. Bahan tambahan\r\nyang diberikan ini berupa feed additive dan feed supplement.
Feed Additive dan Feed Supplement, Samakah?
“Feed additive pada ikan atau udang sama, hanya beda\r\nbahasa saja. Additive itu bahan tambahan makanan untuk ikan atau\r\nudang. Dan feed supplement itu zat lain yang ditambahkan untuk\r\nmenambah nilai gizi atau obat,” tutur Arief Setyo, Aquabusiness\r\nRepresentative CV Vrisda Murakabi.
Pendapat senada juga diungkapkan oleh Manager Regional\r\nSumatra PT Matahari Sakti, Rudy Kusharyanto. Menurutnya, feed\r\nadditive dan feed supplement sebenarnya sama karena sama-sama\r\npenunjang dari bahan baku utama. “Yang dimaksud dengan feed additive pada\r\npakan ikan atau udang bisa diistilahkan juga dengan bahan pembantu. Maksudnya,\r\nmembantu apabila ada konten nutrisi pakan yang belum bisa terpenuhi dari bahan\r\nbaku utamanya,” terang Rudy.
Hari Juliyanto, Sekjen Shrimp Club Indonesia (SCI)\r\nBanyuwangi, juga memberikan jawaban yang senada. Menurutnya, feed additive adalah\r\nAsupan nutrisi tambahan yang dicampurkan pada pakan. Sementara suplemen makanan\r\nbisa sebagai feed additive, sebagai tambahan nutrisi yang dirasa perlu\r\nditambahkan.
Sementara dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan\r\nRepublik Indonesia Nomor 1/Permen-KP/2019 Tentang Obat Ikan Pasal 5 ayat (3)\r\ndijelaskan bahwa obat ikan dengan sediaan premiks sebagaimana dimaksud dalam\r\nPasal 4 huruf c, dihasilkan dari bahan organik dan anorganik yang dicampurkan\r\ndalam pakan Ikan sebagai:
imbuhan pakan (feed additive) merupakan suatu zat yang\r\nsecara alami tidak terdapat dalam pakan, yang tujuan pemakaiannya terutama\r\nsebagai pemacu pertumbuhan Ikan dan kesehatan Ikan antara lain xantophyl,\r\nantioksidan, dan antijamur; dan/atau.
pelengkap pakan (feed supplement) merupakan suatu zat yang\r\nsecara alami sudah terkandung dalam pakan tetapi jumlahnya perlu ditingkatkan\r\ndengan menambahkannya dalam pakan, antara lain asam amino, vitamin, dan\r\nmineral.
Ragam Jenis dan\r\nTeknologi Imbuhan Pakan
Saat ini, jenis imbuhan pakan sangat beragam. Jika\r\nsebelumnya ada produk probiotik dan prebiotik untuk meningkatkan pertumbuhan\r\ndan imunitas dan enzim untuk meningkatkan efisiensi pakan, sekarang sudah mulai\r\nbanyak dijumpai functional protein atau sumber protein khusus untuk\r\nmeningkatkan imunitas dan pertumbuhan, mycotoxin binder untuk ikan\r\ndan udang, serta organic mineral.
Beberapa jenis imbuhan pakan yang sering dipakai untuk pakan\r\nikan dan udang saat ini didasarkan pada tujuannya. Untuk mendukung daya cerna\r\ndan absorbsi nutrisi, salah satu imbuhan pakan yang digunakan adalah enzim.\r\nUntuk kesehatan ikan dan udang, produk imbuhan pakan yang digunakan berupa\r\nimmunostimulan, antibakterial, dan ragam vitamin.
Selain itu, imbuhan pakan lainnya adalah untuk kebutuhan hormonal\r\nseperti hormon reproduksi, antioksidan untuk kebutuhan pencegahan bahaya\r\noksidasi, serta pemberi bau untuk kebutuhan palatabilitas dan flavoring.\r\nImbuhan pakan lainnya bisa berupa support mineral dan asam amino.
Ragam jenis imbuhan pakan yang ada tak lepas dari beragam\r\njenis teknologi yang digunakan, sesuai jenis imbuhan pakan tersebut. Teknologi\r\nsintesis dan coated, misalnya, digunakan untuk memproduksi vitamin.\r\nSementara ekstraksi digunakan untuk membuat zat anti-bakterial dan\r\nimmunostimulan.
Teknologi fermentasi yang sudah semakin berkembang bisa\r\nmenghasilkan produk bahan imbuhan pakan seperti probiotik, prebiotik, dan enzim\r\nyang semakin efisien dan lebih baik. Teknologi fermentasi atau ekstraksi yeast/ragi\r\njuga sangat dikenal di dunia imbuhan pakan untuk menghasilkan produk seperti\r\nprebiotik, functional protein, single cell protein, dan mycotoxin\r\nbinder. Salah satu teknologi yang banyak digunakan produsen bahan imbuhan pakan\r\nuntuk memproduksi mineral organic adalah chelating technology.
Terbukti Bermanfaat
“Berdasarkan hasil studi, banyak yang mengklaim bahwa dengan\r\npenambahan feed additive akan memberikan dampak yang positif terhadap\r\nkeberhasilan budidaya. Di lapangan, tingkat keberhasilan dengan\r\npenambahan feed additive tergantung besarnya manfaat, efektivitas\r\npenambahan, serta kebutuhan di lapangan,” ujar Rudy.
Menurut pendapat Erik Sutikno, Perekayasa Madya Balai Besar\r\nPerikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, dalam Info Akuakultur edisi lalu,\r\npenambahan katalisator enzimatik pada pakan ikan bandeng mampu memberikan\r\npertumbuhan lebih cepat. Pertumbuhan ikan bandeng tidak membutuhkan protein\r\ntinggi jika diberikan katalisator pada pakan tersebut. Pakan formulasi dengan\r\nkandungan protein 14—16% ditambah katalisator enzimatik yang sesuai sudah\r\ncukup untuk menumbuhkan ikan bandeng secara efisien.
Enzim pencernaan ikan bandeng didominasi oleh karbohidrase,\r\nyang terbukti dari ukuran usus yang sangat panjang. Jumlah enzim paling banyak\r\ndi bagian depan dan semakin mendekati anus jumlah enzim yang dihasilkan semakin\r\nsedikit. Ketidakcukupan enzim akan mengakibatkan pakan buatan tidak dapat\r\ndicerna. Penggunaan pakan dengan kandungan protein tinggi membuat pencernaan\r\nikan tidak mampu merubahnya menjadi energi sehingga akan menghasilkan sampah\r\nyang banyak.
Produksi enzim dalam pencernakan ikan akan maksimum pada\r\nsaat ikan dalam kondisi lapar puncak. Penambahan katalisator enzim melalui pakan\r\nmerupakan cara untuk menambah kekurangan produksi enzim internal pencernaan.
Pakan saat masuk ke lambung, pakan akan hancur melalui\r\nproses fisika dan kimia asam lambung dan menjadi bentuk penyusun semula (powder),\r\ndan proses pemecahan mulai terjadi melalui proses enzimatik hingga terbentuk\r\nproduk molekuler yang siap menembus dinding usus ikan melalui peristiwa\r\nosmosis. Selanjutnya, produk molekuler didistribusikan ke seluruh organ target\r\nuntuk memenuhi kebutuhan sel sehingga pertumbuhan ikan akan terbentuk secara\r\ncepat dan meninggalkan sedikit feses
Kadar Formulasi
Penggunaan bahan imbuhan pakan sangat tergantung dari tujuan\r\ndari penggunaan bahan imbuhan itu sendiri atau masalah apa yang akan\r\ndiselesaikan dengan imbuhan pakan tersebut. Jadi, pembuatannya sangat\r\nspesifik terhadap tujuan yang akan dicapai. Misalnya untuk meningkatkan\r\nefisiensi pakan bisa menggunakan enzim, sedangkan untuk meningkatkan kesehatan\r\nsaluran cerna biasanya menggunakan probiotik dan prebiotik. Besaran\r\npenggunaan bahan imbuhan sangat tergantung dari spesifikasi masing-masing bahan\r\nimbuhan pakan tersebut.
Adapun persentase penggunaan imbuhan pakan dalam formulasi\r\ncukup bervariasi, tidak ada angka pasti yang ideal karena variasi ini\r\nmempertimbangkan kebutuhan akibat faktor lingkungan, target pertumbuhan,\r\nkesehatan, bahkan kebutuhan yang berbeda untuk tiap spesies ikan.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
Bahan imbuhan pakan memang memberikan kontribusi yang sangat\r\nbesar pada industri pakan, seperti pemakaian prebiotik dan functional\r\nprotein/sumber protein khusus untuk meningkatkan imunitas. Pemanfaatannya sudah\r\nbanyak dilakukan untuk menghadapi masalah tantangan lingkungan yang semakin\r\nberfluktuasi. Di samping meningkatkan performa kualitas pakan dari faktor\r\nnon-nutrisi, pemberian imbuhan pakan juga digunakan sebagai faktor pembeda\r\ndengan pakan lain, misalnya agar pakan tidak mudah mengotori atau merusak kualitas\r\nair.
Artikel Asli : Info Akuakultur

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
