Pemerintah mematok target ekspor udang sebesar 250% pada 5\r\ntahun ke depan.Sebagaimana dinyatakan oleh Direktur Jenderal Perikanan\r\nBudidaya (DJPB) Slamet Soebjakto di sela acara \"Shrimp Farmer\...

Pemerintah mematok target ekspor udang sebesar 250% pada 5\r\ntahun ke depan.
Sebagaimana dinyatakan oleh Direktur Jenderal Perikanan\r\nBudidaya (DJPB) Slamet Soebjakto di sela acara "Shrimp Farmer\r\nDay" yang digelar di arena Aquatica Asia dan Indoaqua Conference &\r\nExpo 2019 pada kamis (7/11).
“Udang sebagai komoditas perikanan yang mempunyai nilai\r\nekspor tertinggi secara nominal. Jika secara volume adalah tuna yang\r\nterbesar, namun nilai nominal ekspor tuna kalah dengan udang. Maka dari itu.\r\nKami akan buat road map lima tahun kedepan untuk pencapaian target\r\ntersebut. Setelah acara ini secepatnya kita akan kumpulkan seluruh stakeholder\r\nuntuk kelanjutannya. MenKP justru ingin lebih karena melihat potensi yang kita\r\nmiliki,” urai dia.
Slamet mengaku terinspirasi oleh India yang mampu\r\nmenggenjot tinggi produksi udangnya dengan dukungan kebijakan\r\npemerintah dan peran serta masyarakat sehingga bisa dibentuk road\r\nmap .
“Kelanjutannya jika sudah dibuat road map maka kita\r\nminta SCI dan kawan-kawan mendorong bersama jadi Perpres. Dengan\r\ndibuatnya road map industri udang akan ada dukungan antar instansi\r\nkementerian lain. Kita akan mintakan juga penganggarannya,” dia menerangkan.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
Slamet juga berharap terjalin kerjasama dengan Kementerian\r\nPekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk pengembangan udang, dalam bentuk\r\nrevitalisasi irigasi untuk 5 tahun mendatang. Kolaborasi antar kementerian\r\ndan stakeholder menjadi prioritas, karena perudangan sudah masuk sebagai salah\r\nsatu visi presiden.
Artikel Asli : Trobos Aqua

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
