Minapoli
Ekspor Rumput Laut Spinosium 53,5 Ton ke Vietnam
Rumput Laut

Ekspor Rumput Laut Spinosium 53,5 Ton ke Vietnam

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
2 menit baca

Di tengah pandemi Covid-19, sebanyak 53,5 ton rumput\r\nlaut jenis spinosum senilai hampir Rp 700 juta tersebut dikirim ke\r\nVietnam.Ekspor dilepas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy\r\nPrabowo...

Di tengah pandemi Covid-19, sebanyak 53,5 ton rumput\r\nlaut jenis spinosum senilai hampir Rp 700 juta tersebut dikirim ke\r\nVietnam.

Ekspor dilepas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy\r\nPrabowo di desa Laban, kecamatan Tirtayasa, kabupaten Serang, Banten, Sabtu\r\n(25/4). Begitu dilepas, dua truk kontainer pembawa rumput laut langsung\r\nbergerak menuju Pelabuhan Merak.

“Alhamdulillah, di tengah pandemi Covid-19 kita tetap\r\nsemangat berproduksi, bahkan hari ini melepas ekspor 53,5 ton rumput laut\r\nspinosum ke Vietnam,” ujar Menteri Edhy didampingi Dirjen Perikanan Budidaya\r\nSlamet Soebjakto, Kepala BKIPM Rina, dan Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa.

Menteri Edhy menjelaskan, permintaan ekspor rumput laut\r\nspinosum ke Vietnam sangat tinggi yakni 3.000 ton per bulan. Namun yang baru\r\nterpenuhi baru 300 ton per bulan, dan yang diekspor hari ini merupakan termin\r\npertama pengiriman.

Melihat peluang pasar yang begitu besar, Menteri Edhy\r\nmengajak pemda bersama pelaku usaha menguatkan sinergi untuk meningkatkan\r\njumlah produksi. “Dengan sinergi, kita bisa mempercepat, memperbanyak produksi\r\nsehingga kebutuhan ekspor 3.000 ton per bulan bisa dipenuhi,” urainya.

Rumput laut spinosum yang diekspor hari ini adalah produksi\r\npetambak kabupaten Serang dan kepulauan Seribu. Spinosum sendiri merupakan\r\njenis rumput laut yang jarang di Indonesia.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengaku akan berupaya meningkatkan\r\nproduksi rumput laut spinosum dengan memberi kemudahan kepada masyarakat agar\r\nmau terjun ke sektor tersebut. Saat ini masyarakat pesisir memang lebih banyak\r\nmemproduksi rumput laut jenis cotoni.

“Kita akan dorong masyarakat menanam spinosum, kalau perlu\r\nkami bantu permodalannya,” ujar Pandji.

Kabupaten Serang sendiri punya potensi lahan 10 ribu hektare\r\nuntuk pengembangan budidaya rumput laut. Sejauh ini baru 4.000 hektare di\r\nantaranya yang berproduksi.

Jaja, penanggung jawab CV Delton - eksportir rumput laut\r\nspinosum, mengaku Vietnam sangat terbuka dengan rumput laut Indonesia karena\r\nkualitasnya lebih baik dibanding dengan produk negara lain. Selain sebagai\r\neksportir, pihaknya turut mendampingi langsung para pembudidaya di Serang\r\nmaupun Kepualauan Seribu.

“Di Serang saja ada 400 KK yang kami dampingi. Di Pulau\r\nSeribu lebih banyak lagi, ribuan,” aku Jaja.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Sementara itu, berdasarkan catatan SKIPM Merak, terdapat\r\nlima kali ekspor produk perikanan sejak 16 Maret termasuk rumput laut spinosum.\r\nKomoditas lainnya meliputi frozen shrimp dan bubuk karagenan (carrageenan\r\npowder) dengan total volume 4,8 juta ton senilai lebih dari Rp 452 miliar.


Artikel Asli : Trobos Aqua

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan