Vietnam merasa\r\nkeberatan dengan program inspeksi produk ikan patin oleh Amerika Serikat\r\n(United States Department of Agriculture/USDA dan Food and Drug\r\nAdministration/FDA)Sebagaimana dirilis\...

Vietnam merasa\r\nkeberatan dengan program inspeksi produk ikan patin oleh Amerika Serikat\r\n(United States Department of Agriculture/USDA dan Food and Drug\r\nAdministration/FDA)
Sebagaimana dirilis\r\noleh Vietnam Association of Seafood Exporters and Producer (Vasep), berkas\r\npengaduan ke WTO itu memuat narasi pengiriman pangasius dari Vietnam ke Amerika\r\nSerikat telah lama secara tidak fair menjadi target pembatasan perdagangan oleh\r\nprodusen produk sejenis dari Amerika Serikat.
Dituliskan, ekspor\r\npangasius adalah subyek undang-undang, peraturan, praktik administratif, dan\r\ntindakan terkait Amerika Serikat, bahwa tanpa dasar ilmiah yang memadai\r\nmemberlakukan pembatasan pada perdagangan produk ini. Ekspor pangasius\r\nbukan hanya sangat penting bagi ekonomi Vietnam, namun juga memberikan manfaat\r\nbesar bagi konsumen Amerika Serikat karena merupakan sumber makanan dan protein\r\nyang sehat dan terjangkau.
National Fisheries\r\nInstitute (NFI), sebuah asosiasi perdagangan yang mewakili industri perikanan\r\nAS mengatakan, pihaknya telah memperhatikan kasus ini dan meyakini keterlibatan\r\nWTO dapat menimbulkan implikasi drastis terhadap ekspor Amerika ke Vietnam.\r\nJohn Connelly, presiden NFI mengatakan, program inspeksi oleh USDA itu\r\ndirancang semata-mata untuk melindungi produsen catfish dalam negeri Amerika.
"Program ini\r\nselangkah lagi akan berdampak negatif terhadap AS secara signifikan. Ekspor\r\npertanian ke Vietnam antara lain kapas, gandum dan biji-bijian lainnya, daging\r\nbabi, kedelai, daging sapi, unggas, telur dan buah-buahan, mungkin berakhir di\r\ngaris bolak-balik tarif pembalasan," kata Connelly.
UU Pertanian tahun\r\n2008 memberikan peran kepada Federal Meat Inspection Act Amerika Serikat untuk\r\nmengawasi catfish dalam negeri di bawah pengawasan USDA. RUU Pertanian 2014\r\nmenambah peran tersebut termasuk untuk mengawasi ikan patin impor. Agar bisa\r\nterus mengekspor catfish ke AS, negara-negara pengekspor wajib menunjukkan\r\ndokumen yang menunjukkan sistem inspeksi mereka sama dengan inspeksi standar\r\nAS.
USDA secara resmi\r\nmengambil alih kendali program pemeriksaan catfish sejak September 2017 lalu\r\nsetelah masa transisi 18 bulan. Inspeksi ini menghasilkan penurunan\r\nekspor pangasius secara dramatis pada tahun lalu.
Vasep melaporkan\r\nekspor pangasius Vietnam tercatat naik lebih dari lima persen sampai November\r\n2017. Namun nilai ekspor pangasius ke AS turun hampir 10%, menjadi USD 319,7\r\njuta (EUR 261,6 juta).
Vasep juga mencatat,\r\nsetelah aturan inspeksi diberlakukan, tercatat ada 62 perusahaan eksportir\r\npangasius ke AS, namun hanya 10 yang mengirimkan produk, dan hanya 3 dari\r\nperusahaan tersebut memiliki volume ekspor yang cukup besar.
Akibatnya, meskipun\r\nAS Masih menjadi negara tujuan utama produsen Vietnam, Vasep melaporkan negeri\r\nitu lebih banyak mengapalkan pangasius ke China.
"Hambatan\r\nnon-tarif, yaitu program inspeksi catfish oleh USDA, disinyalir dirancang\r\nsemata-mata untuk mendapatkan keuntungan secara ilegal dari lobi pelaku usaha\r\ncatfish AS sambil menyeret perdagangan pertanian yang aman, legal, dan\r\nberkembang dengan Vietnam," Gavin Gibbons, wakil presiden komunikasi NFI.
Permintaan Vietnam\r\nkepada WTO untuk mengintervensi perdagangan perikanannya dengan AS bukan kali\r\npertama terjadi. Bulan lalu, Vietnam mengajukan keluhan atas peraturan\r\nanti-dumping dan penentuan tentang fillet ikan. Selain itu, Vietnam dan\r\nAS telah berselisih pula pada perdagangan udang.
Program pemeriksaan\r\ncatfish oleh USDA mungkin hanya ‘meminjam waktu’. Dalam permintaan anggaran 2019-nya,\r\nUSDA mengumumkan bahwa pihaknya ingin tugas pengawasan dipulangkan ke FDA. USDA\r\nmengatakan lembaga itu sedang dalam proses mengurangi biaya.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
