Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan\r\n(BRSDM) meluncurkan Aplikasi Aquarium Indonesia, dalam gelaran Pameran dan\r\nKontes Ikan Hias 2019 yang bertemakan ‘Bangun Industri Ikan ...
Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan\r\n(BRSDM) meluncurkan Aplikasi Aquarium Indonesia, dalam gelaran Pameran dan\r\nKontes Ikan Hias 2019 yang bertemakan ‘Bangun Industri Ikan Hias di Era 4.0’ di\r\nPlaza Kalibata pada Minggu (4/8).
"Persoalan mendasar di Indonesia adalah pendataan\r\nyang kurang akurat. Data ikan hias Indonesia belum dapat ditelusuri, tentu ini\r\nadalah masalah yang besar dalam perindustrian ikan hias Indonesia. Tentu,\r\npeluncuran Aplikasi Aquarium Indonesia harua dijadikan momentum kita bersama\r\nuntuk memecahkan persoalan data spesies ikan yang beragam antar\r\nkementerian, lembaga, hingga pembudidaya," ungkap Sekretaris BRSDMKP Maman\r\nHermawan pada seremoni peluncuran aplikasi Aquarium Indonesia.
Platform ini, lanjut sia, merupakan ide dan semangat baru\r\nproses pendataan ikan hias Indonesia dan merupakan platform pertama dengan data\r\ntermasif di Indonesia.
Dia menyampaikan bahwa aplikasi Aquarium Indonesia didesain\r\nuntuk mendokumentasikan semua spesies biota akuatik ornamen dan tanaman hias\r\nIndonesia dalam bentuk repositori spesies, serta mewadahi para pembudidaya,\r\npedagang, eksportir dan konsumen aquaria di tanah air dalam bentuk bursa\r\nkomersial online.
Ketua Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta Mochammad Heri\r\nEdy, menyampaikan bahwa penggunaan aplikasi Aquarium Indonesia dapat diunduh di\r\nGoogle Play Android. Selain itu, ciptaan HAKI-Copyrights nya telah didaftarkan\r\npada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.
“Aplikasi teranyar ini diinisiasi, dikonstruksi dan\r\ndikembangkan oleh Dosen STP Kadarusman dan himpunan taruna Prodi Teknologi\r\nPengelolaan Sumberdaya Perairan STP Angkatan 53 yang dikoordinatori\r\noleh Achmad Naufal Athallah dan Nurhadiah,” tutur Heri Edy.
Dosen STP Kadarusman menjelaskan bahwa repositori spesies\r\npada aplikasi Aluarium Indonesia memuat potensi sumberdaya biota akuatik\r\nornamen, baik yang telah diperdagangkan secara luas maupun yang berpotensi\r\nsebagai biotop hias. Biotop dibagi ke dalam grup taksa ikan, krustasea,\r\ntortoise, karang-kerang, tanaman air dan biota/produk akuarium lainnya.
“Selain itu, citra data repositori menampilkan sebaran dan\r\nsifat biota yaitu endemik, natif dan spesies asing; habitat; status perdagangan\r\ndan konservasinya. Secara spesifik, aplikasi ini mewadahi semua pihak untuk\r\nmemberikan kontribusi pengkayaan data spesies dengan proses peng-inputan yang\r\nmudah dan cepat,” jelas Kadarusman.
Aplikasi ini memiliki fitur bursa komersial, memuat gerai\r\njual beli virtual untuk semua jenis biota dan produk esensial bisnis akuarium.\r\nLaman ini mewadahi semua pelaku bisnis akuarium (pembudidaya, pedagang ritel\r\ndan eksportir). Penjual dan pembeli dapat melakukan interaksi (negosiasi\r\njual-beli) satu sama lain lewat wadah chatting box, telepon dan Whatsapp.
Saat ini perdagangan ikan hias atau\r\nAquaria merupakan industri miliaran dolar yang memperjualbelikan sekitar 40\r\njuta ekor ikan tiap tahun,1.600 spesies, dan melibatkan 125 negara. Indonesia\r\nsaat ini menguasai sekitar 20% pasar ikan hias dunia. Selama periode 2007-2016,\r\nIndonesia telah mengekspor 707 juta ikan hias. Pasar ikan hias Indonesia\r\nmemperdagangkan 16 spesies dengan nilai ekspor sebesar USD 17.8 juta di mana\r\nmayoritas ekspor Indonesia dikirim ke Jepang 24%, Singapura 20% dan USA 12%.
Hadir dalam kesempatan ini, Sekda Prov DKI\r\nJakarta Saefullah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan\r\nPertanian Pemprov DKI Jakarta Darjamuni, Walikota Jakarta selatan Marullah\r\nMatali, Walikota Jakarta Utara, Kepala BKIPM diwakili oleh Kepala Puskari,\r\nSekretariat DJPB, Direktur Produksi dan Usaha Budidaya DJPB, Ketua STP Jakarta,\r\npara Pejabata Eselon II dan III Lingkup BRSDM KP, Ketua Masyarakat Akuakultur\r\nIndonesia, serta Ketua Dewan Ikan Hias Indonesia (DIHI).
Pameran dan Kontes Ikan Hias diselenggarakan Dinas\r\nKetahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, di area parkir\r\nPlaza Kalibata, Jakarta Selatan mulai 31 Juli hingga 4 Agustus 2019.
Event ini melibatkan sekitar 500 peserta pameran dan kontes\r\nikan hias dari para pelaku usaha ikan hias, perusahaan swasta bidang perikanan,\r\nkomunitas ikan hias, dan pembudidaya ikan hias binaan Suku Dinas KKP di lima\r\nwilayah kota administrasi.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
Acara ini dimeriahkan berbagai macam kegiatan seperti\r\npameran ikan hias, pakan ikan, dan aquascape, temu usaha ikan hias dengan tema\r\nupaya memperluas pasar ikan hias, lokakarya bangun industri ikan hias di era\r\n4.0, dan penjualan ikan hias di stan-stan pameran.
Sumber : Trobos Aqua

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
