Minapoli
Dongkrak Peran Sektor Perikanan Terhadap PDB Nasional, Seafood Show of Asia Digelar
Mas

Dongkrak Peran Sektor Perikanan Terhadap PDB Nasional, Seafood Show of Asia Digelar

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
3 menit baca

Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan\r\nIndonesia (AP5I) dan Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI) menyatakan\r\nbahwa sektor perikanan, yang saat ini tengah dikembangkan ...

Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan\r\nIndonesia (AP5I) dan Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI) menyatakan\r\nbahwa sektor perikanan, yang saat ini tengah dikembangkan pemerintah Indonesia,\r\nmasih mempunyai potensi yang besar bagi perekonomian.

Hampir setiap tahunnya sektor perikanan ini mampu\r\nmenghasilkan devisa US$4,5 miliar dan menyumbang 3% terhadap produk domestik\r\nbruto (PDB) Indonesia.

Menggandeng PT Krista Media Pratama, AP5I dan ARPI\r\nmenggelar Pameran Internasional Seafood Show\r\nOf Asia yang resmi dibuka pada Rabu (13/11/2019) di JIEXpo\r\nKemayoran, Jakarta. Rencananya pameran tersebut akan diadakan hingga 16\r\nNovember mendatang.

Pameran ini\r\nmenampilkan berbagai produk olahan perikanan dari berbagai negara juga\r\nmenampilkan berbagai peralatan pendingin dan peralatan penunjang Iainya yang\r\ndibutuhkan oleh industri pengolahan perikanan.

Ketua umum AP5I, Budhi Wibowo menyampaikan bahwa trend pasar\r\nuntuk produk olahan perikanan, semakin berkembang. Banyak konsumen yang mencari\r\nproduk yang sudah siap masak atau siap makan (ready to cooked atau ready to\r\neat).

Ia mengatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Iembaga\r\n"Research and Market" menyebutkan, pasar dunia makanan siap masak dan\r\nsiap makan setiap tahun tumbuh lebih dari 10% dan didominasi oleh produk beku\r\n(frozen product).

"Pertumbuhan yang sangat pesat tersebut berkaitan\r\ndengan perubahan gaya hidup masyarakat di seluruh dunia, yang selalu berpacu\r\ndengan waktu, memerlukan makanan yang cepat diolah atau disajikan,"\r\nujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Budhi, AP5I yang beranggotakan\r\nsekitar 100 UPI (Unit Pengolah ikan) telah meminta kepada anggotanya agar mulai\r\nfokus untuk mengembangkan produk siap masak dan siap makan, yang sebagian\r\ndiantaranya dipamerkan pada pameran ini.

Pasalnya Seafood Show\r\nOf Asia akan diikuti puluhan negara dengan target kunjungan\r\nlebih dari 15.000 pengunjung.

Staf Ahli Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Aryo Hanggono\r\nmengatakan, pameran seafood ini akan mampu mendorong peningkatan produk\r\nperikanan Indonesia, sekaligus membuktikan pada dunia bahwa perikanan NKRI\r\nmemiliki daya saing global.

"Pameran ini\r\nakan menunjukkan kepada pembeli (lokal maupun luar negeri) bahwa perikananan\r\nIndonesia memiliki daya saing produk yang tinggi," ujar Aryo.

Menurutnya, produk perikananan Indonesia setiap tahun terus\r\nmengalami peningkatan bahkan sudah banyak yang diekspor ke luar negeri seperti\r\nwilayah Amerika dan Eropa.

"Targetnya produk perikanan kita akan menyasar Timur\r\nTengah. Kita juga menargetkan mampu melakukan transaksi yang mencapai US$5\r\nMiliar," ujarnya.

Untuk menjaga hal tersebut, Ia berharap semua sektor seperti\r\npemerintah dan pelaku-pelaku industri perikanan tanah air dapat menjaga\r\nkeberlangsungan baik dari segi produk maupun sumber daya manusianya.

"Kita akan terus mendukung peningkatan produk\r\nperikanan Indonesia. Salah satunya, kita akan berusaha menjamin keberlangsungan\r\nsumber dayanya dan juga pelaku usahanya itu harus terus ada," tambahnya.

Sementara itu, Senior Project Manager GAIN, Rahmi Yetri\r\nKasri menyatakan bahwa besarnya kebutuhan produk siap masak dan siap saji,\r\nmenuntut pelaku usaha untuk terus melakukan inovasi bisnis.

Bersama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Kelautan\r\ndan Perikanan, Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) menggelar\r\ntantangan inovasi bisnis atau business innovation challenge (BIC) perikanan.\r\nGelaran tersebut bertujuan untuk mencegah dan menurunkan prevalensi anemia dan\r\nstunting.

"Topik kita kali ini adalah menemukan inovasi produk\r\nperikanan dengan nilai tambah yang siap masak dan siap makan (ready to cook and\r\nready to eat). Serta tanpa mengurangi kandungan protein dan zat gizi lainnya\r\nyang penting bagi tubuh,” tutur Rahmi Yetri.

Menurutnya, BIC merupakan kompetisi yang memiliki tujuan\r\nuntuk menemukan dan memperkuat inovasi teknologi lokal untuk mengatasi susut\r\npasca panen. Selain itu, hadiah menggiurkan untuk para pemenang juga telah\r\ndisiapkan.

"Pemenangnya akan mendapatkan dukungan teknis dan\r\npendanaan awal (seed funding), serta dukungan akses kepada fasilitas keuangan\r\ndan pasar. Pemenang akan mendapatkan hadiah sebesar Rp1,2 miliar dan\r\npendampingan pengembangan produk," katanya.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

"Kami pertama akan menyediakan Rp 100 juta untuk 10\r\nfinalis artinya masing-masing Rp 10 Juta. Kemudian kita akan menambahkan untuk\r\n5 terbaik Rp 15 juta dan total hadiah Rp 1 miliar untuk 5 pemenang,"\r\ntutupnya


Sumber : Akurat.co

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan