Minapoli
Dilirik Investor, Pengawasan di Instalasi Pembenihan Kepiting Tarakan Perlu Ditingkatkan
Mas

Dilirik Investor, Pengawasan di Instalasi Pembenihan Kepiting Tarakan Perlu Ditingkatkan

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
3 menit baca

Tarakan – Instalasi pembeniham kepiting di Tarakan mulai\r\ndilirik investor. Pasalnya bisnis kepiting sangat menjanjikan. Menanggapi hal\r\ntersebut, Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu...

Tarakan – Instalasi pembeniham kepiting di Tarakan mulai\r\ndilirik investor. Pasalnya bisnis kepiting sangat menjanjikan. Menanggapi hal\r\ntersebut, Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Tarakan,\r\nUmar mengungkapkan, meskipun sudah ada aturan di tingkat daerah mengenai\r\nlarangan dan pengawasan kepiting bakau, perlu ada regulasi lebih lanjut hingga\r\nke tingkat pusat. Pasalnya, aturan mengenai larangan dan pengawasan kepiting\r\nbakau ini merupakan regulasi pusat.

“Pasti perlu regulasi lebih lanjut nanti. Kalau tidak, tetap\r\nsaja aturan itu masih berlaku. Jadi masih panjang prosesnya ke depan, terutama\r\nsiapa yang bisa memastikan dan mengawasi bahwa kepiting tersebut dari budidaya\r\natau lainnya,” ujarnya, Selasa (20/8).

Umar menambahkan, meskipun kepiting ini berasal dari\r\nbudidaya dan sudah tersertifikasi, hal ini hanya sebatas lalu lintasnya. Namun,\r\nia mempertanyakan terkait dengan kondisi di lapangan yakni berapa banyak\r\nkepiting hidup yang dilepas dan apakah semua yang hidup adalah betina.

“Semua kan tidak bisa dipastikan. Jadi, bisa saja\r\nmereka nanti mengatakan bahwa kepiting betina yang dikirim setiap malam itu\r\ndari budidaya. Padahal, kenyataannya mungkin hanya sekian persen saja yang dari\r\nbudidaya, sedangkan yang lainnya berasal dari tangkapan. Tidak hanya dari\r\nTarakan sendiri, namun juga yang berasal dari Kaltim, lewat Tanjung Selor atau\r\ndaerah lainnya di Indonesia,” tegasnya. Kendati demikian, Umar mengaku sangat\r\nmendukung keinginan pemerintah daerah untuk membuka instalasi pembenihan\r\n(hatchery) kepiting di Kaltara dan khususnya di Tarakan.

“Ini juga sebenarnya untuk keberlanjutan dan kelestarian\r\nsumber daya perikanan, khususnya kepiting,” pungkasnya. Sebelumnya Wali Kota\r\nTarakan, Khairul mengatakan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan regulasi\r\nterkait pembuatan hatchery kepiting bakau melalui Peraturan Daerah\r\n(Perda). Selanjutnya, jika Tarakan sudah memiliki hatchery kepiting\r\nbakau maka bisa menjadi dasar asal kepiting yang akan diekspor menjadi kepiting\r\nbudidaya.

“Kalau hatchery ini sudah dilirik investor banyak\r\nseperti dari Cina, Malaysia, dan Vietnam bahkan Perancis yang mau berinvestasi\r\nmengenai kepiting ini sebagai pengembangan kepiting ke depan,” ujarnya. Ia\r\nmenambahkan, investor sudah beberapa kali datang dan melihat kondisi alam dan\r\nlokasi yang akan dijadikan hatchery. Hanya saja, harus ada dasar berupa\r\nregulasi yang akan mengatur tentang bagaimana hatchery ini nanti.

“Butuh payung hukum untuk mengembangkan. Dan ini menurut\r\nsaya bergerak di bidang usaha, kalau pemerintah secara personal melakukan\r\nterlalu berat. Kita punya kompetensi, kemauan tapi tidak punya waktu,” kata\r\nKhairul. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus menunjuk orang secara profesional\r\nuntuk secara waktu ke waktu berkomunikasi dan melakukan upaya untuk\r\npengembangan. Harapannya, budidaya kepiting di Tarakan bisa menjadi jauh lebih\r\nbaik.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

“Sebenarnya, di Kaltara ini kan sudah dari dulu (budidaya\r\nkepiting). Cuma kenapa dari dulu tidak bisa jalan? Karena kita tidak punya\r\nwaktu. Terlalu banyak tugas administratif sehingga bagaimana mau mengembangkan\r\nhal yang bersifat dunia usaha. Makany, dibentuk badan usaha. Tidak bisa\r\nsambilan dan harus fokus,” tuturnya. Meski belum memiliki target berapa nilai\r\ninvestasi, menurutnya, saat ini calon investor sedang melakukan penjajakan\r\nuntuk hatchery. “Kalau soal harga juga belum tahu, tapi untuk tahapan awal\r\nkita tidak tahu. Mungkin bisa digratiskan dulu kepada nelayan kita,” tandasnya.

Sumber : KKP News


Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan