Minapoli
Cupang, Ikan Sawah yang Naik Panggung Kontes
Ikan Hias

Cupang, Ikan Sawah yang Naik Panggung Kontes

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
3 menit baca

Selama di rumah ini, salah satu kegiatan yang asyik\r\ndilakukan, salah satunya memelihara ikan cupang (Betta sp). Ini adalah salah\r\nsatu jenis ikan hias dengan penampilan menawan. Cupang hidup di a...

Selama di rumah ini, salah satu kegiatan yang asyik\r\ndilakukan, salah satunya memelihara ikan cupang (Betta sp). Ini adalah salah\r\nsatu jenis ikan hias dengan penampilan menawan. Cupang hidup di air tawar dan\r\ncukup populer di Asia Tenggara, semisal di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan\r\nVietnam.

Para penggemar cupang tentu telah mengenal seluk-beluk ikan\r\nini secara mendalam. Namun, bagi orang awam, ada beberapa keunikan yang perlu\r\ndikenal dari ikan ini. Berikut ini, beberapa keunikan itu, dirangkum dari\r\nsejumlah sumber.

Tiga jenis

Selain bentuknya yang unik, utamanya bagian ekor dan sirip,\r\ncupang berperilaku agresif untuk mempertahankan wilayahnya. Perangainya yang\r\ngarang membuat cupang dikategorikan dalam tiga jenis, yaitu cupang aduan,\r\ncupang hias, dan cupang liar. Indonesia diketahui memiliki spesies cupang\r\nendemik, yakni Betta channoides yang hidup di Pampang, Kalimantan\r\nTimur.

Daya tahan


Daya tahan cupang cukup mengagumkan. Ikan mampu bertahan\r\nhidup dalam wadah dengan sedikit air dan tanpa peralatan sirkulasi udara. Wajar\r\njika kemudian, para penggemar atau pedagang cupang, memelihara ikan ini dalam\r\nbotol-botol kecil. Dalam kondisi lingkungan yang liar, cupang memangsa\r\njentik-jentik nyamuk, anak ikan, atau cacing berukuran kecil.

Ikan sawah

Masyarakat Indonesia mengenal cupang sejak 1960-an. Saat\r\nitu, cupang masih dikenal sebagai ikan sawah yang hanya disenangi anak-anak.\r\nSelain itu, jenis cupang yang ada masih sederhana. Belum banyak orang yang\r\nmemelihara cupang dengan penampilan indah. Sekarang, cupang hias dengan bentuk\r\natraktif telah menjadi salah satu ikan andalan ekspor Indonesia.

Kawin silang

Cupang hias mulai dikenalkan pada pasar Indonesia sekitar\r\n1970 oleh importir. Kala itu, cupang yang beredar di pasaran adalah jenis\r\ncupang aduan dan cupang ekor panjang (cupang slayer). Cupang slayer inilah yang\r\nmenjadi cupang hias yang ada saat itu, jenisnya ekor lilin.

Cupang ekor lilin ini naik daun dan mampu mempertahankan\r\npamornya cukup lama, yakni hingga era 1990-an. Pada masa ini, para penggemar\r\ncupang mulai bereksperimen mengawinsilangkan cupang lilin dengan cupang\r\nlainnya. Hasilnya cukup menarik, yakni cupang hias dengan ekor dan warna yang\r\nlebih mentereng.

Tulang ekor menonjol

Tak hanya itu, perkawinan silang ini juga menghadirkan\r\ncupang hias dengan tulang-tulang ekor yang lebih menonjol keluar. Ada yang\r\nbentuknya mirip duri panjang, ada pula yang seperti sisir—biasa disebut cupang\r\nserit. Sementara itu, cupang yang memiliki ekor menggelembung dijuluki half\r\nmoon.

Tulang ekor menonjol

Tak hanya itu, perkawinan silang ini juga menghadirkan\r\ncupang hias dengan tulang-tulang ekor yang lebih menonjol keluar. Ada yang\r\nbentuknya mirip duri panjang, ada pula yang seperti sisir—biasa disebut cupang\r\nserit. Sementara itu, cupang yang memiliki ekor menggelembung dijuluki half\r\nmoon.

Cupang impor

Selepas 1990, cupang hias impor semakin banyak yang masuk ke\r\nIndonesia. Penggemar cupang dalam negeri disuguhi beragam jenis cupang dengan\r\nharga ribuan sampai jutaan rupiah.

Mulai kontes

Saking populernya ikan cupang ditambah bentuk dan warna yang\r\nberagam, pada pertengahan era 1990, ikan cupang mulai naik panggung kontes. Di\r\nsini, cupang diadu dalam hal keindahan fisiknya, mulai dari kemewahan warna,\r\nbentuk sirip, dan rupa ekor.

Komunitas

Kontes cupang yang digelar di berbagai tempat, cukup\r\nmemengaruhi stigma ikan ini. Sebab, cupang tak lagi dianggap sebagai ikan\r\naduan, melainkan lebih sebagai ikan hias yang layak dipelihara, dikoleksi, dan\r\ndibudidayakan. Bahkan, sejumlah penggemar dan kolektor cupang membentuk wadah\r\nsebagai ajang bertukar informasi seputar cupang, namanya Komunitas Indo Betta\r\nSplendens (INBS).

Cupang alam

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Ada begitu banyak pembudidaya cupang di seluruh penjuru\r\nNusantara, membuat Indonesia menjadi negara penghasil ikan cupang terbesar\r\nkedua di dunia. Adapun negara yang paling banyak membudidayakan cupang adalah\r\nThailand. Namun, Indonesia unggul dalam spesies cupang alam, setidaknya ada\r\nsekitar 40 jenis cupang alam yang sudah diketahui


Sumber: Klasika Kompas

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan