Intensitas hujan yang cukup tinggi akan berdampak pada\r\npenurunan kualitas air budidaya, pembenih lele perlu tau cara menanganinyaMemasuki musim penghujan, sejumlah pembudidaya ikan konsumsi\r\nalam...
Intensitas hujan yang cukup tinggi akan berdampak pada\r\npenurunan kualitas air budidaya, pembenih lele perlu tau cara menanganinya
Memasuki musim penghujan, sejumlah pembudidaya ikan konsumsi\r\nalami kendala dalam usahanya. Pasalnya, kematian atau ikan mulai terkena\r\nserangan penyakit kerap dijumpai, khususnya di segmen usaha pembenihan.
Tingginya curah hujan akan berdampak kualitas air yang\r\nberubah-ubah dan menyebabkan stres pada ikan. Lantas upaya apakah yang dapat\r\ndilakukan para pembudidaya ikandalam menghadapi musim penghujan?
Dampak
Sahban I Setioko selaku pembudidaya lele segmen benih\r\nmemberikan gambaran kondisi usaha benih lele dikala musim penghujan. Ia\r\nmenjelaskan, tak jarang pembudidaya benih ikan terkena serangan penyakit dikala\r\nmusim hujan, dengan tingginya intensitas hujan yang turun, akan mempengaruhi beberapa\r\nparameter kualitas air kolam pemeliharaan. Seperti, suhu yang turun drastis,\r\nketidakstabilannya kadar keasaman di perairan (pH), yang pada akhirnya\r\nberdampak pada stressnya ikan peliharaan.
Perubahan nilai atau angka, ia lanjutkan, parameter kualitas\r\nair secara drastis akan berdampak langsung kepada benih ikan. Jika, perubahan\r\nsuhu yang drastis terjadi akibat curah hujan yang tinggi akan memicu stres pada\r\nikan, sehingga akan lebih mudah terserang bakteri atau jamur. Dalam kondisi\r\ntersebut, ikan biasanya akan kehilangan nafsu makannya, kemudian produksi\r\nlendir di tubuh ikan akan berlebih.
Dan pada akhirnya sistem pertahanan tubuhnya lele akan\r\nberkurang, dimana lendir pada tubuh lele merupakan salah satu proteksi alami\r\npencegah serangan penyakit. “Tak bedanya seperti manusia, jika sudah terbiasa\r\npanas-panasan, berjemur namun mendadak harus memasuki ruangan yang dingin akan\r\nberdampak pada kekebalan tubuh yang berkurang sehingga akan pilek, batuk ,\r\ndemam dan sebagainya,” terang Sahban kepada TROBOS Aqua.
Maka dari itu, sambungnya, setiap pembudidaya harus\r\nmemperhatikan kualitas air dikala musim penhujan. Terlebih lagi, dengan\r\nseringnya turun hujan akan menurunkan nilai pH akan semakin turun, jika\r\nmencapai di bawah nilai standar 7 - 8 maka nafsu makan ikan serta perumbuhannya\r\nkan terganggu.
Hal senada disampaikan Mudji selaku pembenih lele di\r\nKota Bekasi, bahwa hujan merupakan salah satu kondisi yang tidak mungkin\r\ndihindari. Terlebih untuk pembudidaya yang belum mempunyai sarana dan prasarana\r\nindoor (dalam ruangan), ini akan cukup merepotkan tatkala musim penghujan\r\ndatang.
Kondisinya, ia lanjutkan, benih lele yang dipelihara di\r\nkolam-kolam terpal dan berada di luar ruangan akan lebih mudah terkena penyakit\r\njika memasuki musim penghujan. Alasannya, kualitas air yang sudah terbentuk\r\noptimal akan alami perubahan yang cukup ekstrem. Biasanya pH air nilainya 7,5 -\r\n8 jika diterpa hujan lebat terus-menerus selama beberapa jam sudah pasti nlai\r\npH akan turun menjadi 6 - 6,5.
“Kondisinya juga bisa diperparah jika usaha yang dijalankan\r\nberada di lingkungan pabrik yang membuang asap industrinya sembarangan,\r\nkemudian secara tidak langsung terbawa oleh air yang turun dari langit dan\r\njatuh ke kolam budidaya. Hal ini tersebut berdampak pada penurunan kualitas air\r\ndengan drastis, yang berujung pada kematian dalam jumlah banyak pada benih,”\r\nungkap pria asli Malang-Jawa Timur.
Tips Penanganan
Beberapa cara bisa dilakukan untuk pembudidaya yang unit\r\nkolam-kolamnya belum indoor untuk mengantisipasi terpaan hujan secara terus\r\nmenerus. Dijelaskan Sahban sebagai pemilik Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Pasir\r\nGaok, pertama, lakukan pergantian air di setiap kolam-kolam budidaya yang\r\nterkena hujan sekitar 30 – 50 % tergantung intensitas hujannya. Jika hanya satu\r\natau dua jam masih tergolong wajar.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
\r\nSelengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua Edisi-93/15 Februari – 14 Maret \r\n2020
Artikel Asli : Trobos Aqua

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
