Minapoli
Cara Menyeleksi Induk Koi yang Sudah Matang Gonad
Ikan Hias

Cara Menyeleksi Induk Koi yang Sudah Matang Gonad

Minapoli

Minapoli

Penulis

26 Desember 2025
2 menit baca

Induk koi yang sudah matang gonad akan memengaruhi keberhasilan usaha pembenihan koi. Induk-induk koi ini bisa menggunakan koi lokal ataupun koi yang berasal dari sesama breeder koi. Jika ingin menggu...

Induk koi yang sudah matang gonad akan memengaruhi keberhasilan usaha pembenihan koi. Induk-induk koi ini bisa menggunakan koi lokal ataupun koi yang berasal dari sesama breeder koi. Jika ingin menggunakan induk koi impor, gunakan induk yang sudah memiliki SKAI (Sertifikat Keterangan Asal Induk).

Berdasarkan beberapa pengalaman peternak koi, induk yang sehat dan baik belum tentu dapat menghasilkan keturunan yang baik juga. Semua itu membutuhkan trik yang harus dikuasai oleh breeder koi. Berikut ini tips untuk memilih induk koi.

Umur induk

Gunakan induk yang minimal berumur 2—3 tahun. Jangan gunakan induk terlalu muda ataupun terlalu tua. Jika induk terlalu tua, dapat memengaruhi kualitas telur yang akan dihasilkan. Panjang induk betina yang akan digunakan sebaiknya minimal 60 cm dan induk jantan minimal 50 cm. Induk jantan yang sudah matang gonadnya berumur lebih dari 1 tahun dan betina berumur lebih dari 2 tahun.

Sehat

Induk yang digunakan tidak ada cacat tubuh. Jika induk ada cacat, cacat tersebut akan memengaruhi keturunan ikan tersebut. Induk juga tidak lemas, gerakannya lincah untuk induk jantan dan kurang lincah untuk induk betina, dan bentuk tubuhnya ideal. Pilih induk yang memiliki lubang urogenitalnya yang berwarna merah.

Baca juga: Syarat Kualitas Air untuk Budidaya Ikan Koi

Fisik

Pilih induk yang memiliki sisik tersebar teratur dan berukuran agak besar. Tidak ada satu pun sisik yang terluka atau cacat. Jika dipegang, tubuh tidak terlalu keras atau terlalu lembek. Bentuk ekor normal, cepat terbuka, pangkal ekor relatif lebar, dan tebal.

Bentuk tubuh jantan yang sudah matang gonadnya berbentuk pipih, dan tidak lebih besar dari kepala. Sementara, induk betina bisa dilihat dari kepalanya yang relatif kecil dan moncongnya lebih lancip, terutama pada induk betina. Sebab, jumlah telur ikan koi yang berkepala kecil biasanya lebih banyak dibanding ikan berkepala besar.

Anda juga bisa meraba bagian sirip depan. Jantan yang sudah matang gonadnya memiliki sirip depan yang kasar, sedangkan betina memiliki sirip depan yang halus. Lihat juga bagian tutup insang. Indukan jantan ditandai dengan tutup insang yang kasar, sedangkan betina memiliki tutup insang yang halus.

Baca juga: Empat Jenis Koi Paling Populer Dipelihara Pehobi Ikan Hias

Berat

Indukan jantan yang sudah matang gonadnya berbobot 0,5—1,5 kg dan indukan betina sebesar 2,0—4 kg.

Artikel ini pertama kali dipublikasikan oleh Pertanianku. Ketepatan informasi dan efektivitas metode budidaya yang terdapat di dalamnya di luar tanggung jawab Minapoli.

Minapoli

Ditulis oleh

Minapoli

Penulis

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan