Semakin unik corak\r\ntubuh dan warna semakin tinggi pula banderol harga discus Discus merupakan salah satu ikan hias yang bernilai\r\nekonomis tinggi. Pasalnya ikan hias air tawar satu ini...
Semakin unik corak\r\ntubuh dan warna semakin tinggi pula banderol harga discus
Discus merupakan salah satu ikan hias yang bernilai\r\nekonomis tinggi. Pasalnya ikan hias air tawar satu ini memiliki corak warna\r\nyang memanjakan mata. Tak heran harganya mencapai jutaan rupiah per ekornya.\r\nNamun, ungkap Aas Fu’adah, breeder (pembudidaya pembenih) discus di Kota\r\nBekasi-Jawa Barat (Jabar), ikan bertubuh bundar pipih ini perlu perawatan\r\nkhusus agar keindahannya terjaga.
Aas ketika ditemui di lokasi usahanya mengatakan, pemelihara\r\ndiscus harus mengetahui bagaimana cara merawatnya dengan baik. Karena jika\r\ntidak dirawat dengan baik warna serta motif discus tidak cerah\r\noptimal.
“Hal ini yang menjadikan harga discus ini relatif stabil\r\ndibanding ikan hias lainnya. Karena tingkat kesukaran yang cukup tinggi dalam\r\nmerawat discus berkualitas. Tak banyak orang yang berhasil dalam menjalankan\r\nusaha budidaya discus karena butuh kedisplinan dan juga perawatan khusus untuk\r\ndiscus,” ungkap Aas yang mendapatkan omzet Rp 100 juta per bulan dari usaha\r\ndiscus.
Ikan Pilihan
Dalam wawancara bersama TROBOS Aqua, Aas memberikan tips\r\nuntuk para hobbyist (penghobi) pemula, atau bahkan pembudidaya yang ingin memelihara\r\natau usaha discus. Sebelum memelihara discus perlu memperhatikan beberapa hal,\r\ndiantaranya kualitas air di lokasi pemeliharaan, suplai pakan, kualitas ikan\r\nyang akan dibeli nantinya. Karena, beberapa poin tersebut akan berdampak fatal\r\njika diabaikan begitu saja.
Berbicara mengenai kualitas air, sambungnya, untuk discus\r\nakan mengacu kepada pH (derajat keasaman) air. Dimana nilai pH yang nilainya\r\n7-8 lebih tepat untuk pedederan, pembesaran. Sedangkan, untuk lokasi yang nilai\r\npH nya 5,5-6,5 lebih baik melakukan usaha breeding (pembenihan). “Bukan berarti\r\njika di pH 7-8 discus tidak dapat bertelur, tapi hasilnya akan lebih optimal di\r\npH yang lebih rendah,”pungkas Aas.
Selanjutnya, jelas Aas, sebelum membeli discus perlu\r\nmengamati beberapa bagian anatomi tubuhnya terlebih dahulu. Pegamatan dimulai\r\ndari bentuk tubuhnya yang bagus adalah bundar, karena ada juga yang lebih\r\ncenderung lonjong, hal tersebut mengurangi keindahan posturnya menjadi tidak\r\nproporsional.
Kemudian, jika para hobbyist ingin membeli discus yang masih\r\nkecil berukuran 2-3 inci, perhatikan bola matanya. Apabila bola matanya lebih\r\nbesar dan lebih menonjol dari discus lain, pilihlah discus yang lain. Hal\r\ntersebut merupakan indikator umurnya sudah tua, namun pertumbuhannya terhambat.\r\nSehingga jika dipelihara akan lambat pertumbuhannya, seharusnya mata tersebut\r\ntebentuk ketika ikan sudah besar ukurannya.
Dan terakhir adalah warna, menurut Aas, jika discus berjenis\r\nikan warna terang seperti yellow, pigeon, sun merah dan jenis warna cerah\r\nlainnya pilihlah yang bersih dari noda titik-titik hitam. Karena akan sukar\r\nsekali menghilangkan noda tersebut. Kemudian dengan adanya noda titik-titik\r\nhitam tersebut merupakan discus dengan grade (golongan) rendahan. Karena discus\r\nberkualitas warnanya akan cerah dan bebas dari noda titik-titik hitam.
Disiplin
Dalam pemeliharaannya, Aas mejelaskan cara merawat discus\r\nyang baik, bahwa untuk merawat ikan hias satu ini perlu kedisiplinan tinggi.\r\nSebab, discus tergolong ikan yang cukup sensitif terhadap perubahan\r\nlingkungannya. “Apabila discus tidak nyaman dengan lingkungannya maka akan\r\nmudah stres yang berujung kematian. Maka dari itu menjaga kualitas air dengan\r\nbaik merupakan salah satu kunci agar discus bisa tumbuh optimal,”ungkapnya. Ia\r\nlanjutkan, disiplin di sini yang dimaksud adalah menjaga kebersihan akuarium.\r\nDimana proses sifon (penyedotan kotoran didasar akuarium) dilakukan secara\r\nrutin.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
Artikel Asli: Trobos Aqua

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
