Minapoli
Budidaya Ikan Gurame, Pemula Harus Perhatikan Ini
Gurame

Budidaya Ikan Gurame, Pemula Harus Perhatikan Ini

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
4 menit baca

Ternak ikan gurame selalu menjanjikan untuk digeluti.\r\nBagaimana tidak ikan satu ini merupakan hidangan mewah di setiap restoran atau\r\nrumah makan hampir di seluruh Indonesia. Namun, untuk melakuk...

Ternak ikan gurame selalu menjanjikan untuk digeluti.\r\nBagaimana tidak ikan satu ini merupakan hidangan mewah di setiap restoran atau\r\nrumah makan hampir di seluruh Indonesia. Namun, untuk melakukan budidaya tidak\r\nsemudah itu, tentu ada panduan yang harus dilakukan oleh para penggiat budidaya\r\nikan gurame agar dapat mendulang kesuksesan.

Ikan Gurame sendiri adalah salah satu jenis ikan air tawar.\r\nJenis ikan gurame ini banyak ditemui di kawasan Asia Tenggara. Ikan ini\r\nbiasanya dikonsumsi untuk kebutuhan kuliner, karena rasanya yang terkenal\r\nlezat.


Banyak orang yang memburu aneka kuliner ikan gurame dengan\r\nkekhasan rasa yang beragam di setiap daerah, maka tidak aneh jika ikan gurame\r\nbanyak dicari. Kebutuhan yang tinggi akan produksi ikan gurame ini tentu akan\r\nmenjadi bisnis yang cukup menjanjikan.

Harga jenis ikan ini di pasaran relatif stabil, bahkan dapat\r\nterus meningkat dari tahun-ke tahun. Di Indonesia, budidaya ikan gurame banyak\r\ndikembangkan di daerah-daerah seperti Tasikmalaya, Garut, Purwokerto, Ciamis,\r\nMagelang, Pakayumbuh (Sumatera), dan Manado.

Panduan Budidaya Ikan\r\nGurame Bagi Para Pemula

Budidaya ikan gurame kini banyak dikembangkan di berbagai\r\ndaerah. Permintaan yang cukup tinggi akan produksi ikan ini menjadi motivasi\r\nbagi para peternak tersebut. Selain karena rasanya yang sangat lezat, ikan ini\r\njuga mengandung aneka protein dan vitamin yang mendukung kesehatan Anda. Oleh\r\nkarena itu, di bawah ini akan dijelaskan panduan bagi Anda, terutama bagi para\r\npemula, dalam memulai budidaya ikan gurame.

Berbagai panduan ini bisa Anda coba agar hasil usaha dari\r\nbudidaya Anda tersebut memuaskan. Media pertama yang harus Anda persiapkan\r\ndalam memulai bisnis budidaya ikan gurame adalah kolam. Pertama-tama Anda harus\r\nmemastikan kebersihan kolam, agar kolam tersebut terbebas dari berbagai hama\r\nyang rentan menimbulkan penyakit.

Untuk menghindari hal itu, sebaiknya diberi filter atau\r\nsaringan pada celah pemasukan air atau celah pengeluaran air guna\r\nmengantisipasi munculnya hewan yang bisa menjadi hama pada kolam Anda tersebut.\r\nAgar ikan juga mendapatkan makanan secara alami, maka pada dasar kolam perlu\r\ndiberi pemupukan.

Ukuran ideal untuk kolam tersebut adalah 6-12 meter persegi,\r\ndengan kedalaman 90-150 cm. Untuk kolam dengan ukuran tersebut sudah bisa\r\nmenampung puluhan gurame dengan bobot 2,5 ons. Bila Anda tidak memiliki lahan\r\nuntuk membuat kolam, maka bisa membuat kolam terpal dengan ukuran yang lebih\r\nkecil.

Dengan ukuran 1 meter2 Anda sudah bisa membuat kolam\r\nterpal yang mampu menampung 10-15 gurame. Untuk mendapatkan terpal dengan\r\nukuran sekitar 2 x 3 meter, Anda hanya membutuhkan biaya sekitar Rp30.000. Lalu\r\nuntuk pemupukan, harga pupuk per 1 kg adalah sekitar Rp15.000.

Pemilihan Indukan

Salah satu proses awal dalam budidaya ikan gurame adalah\r\npemilihan indukan. Indukan gurame yang siap dipijahkan adalah yang telah\r\nberusia 4-7 tahun, dengan bobot 1,5-2 kg per ekor. Pada rentang usia tersebut\r\ngurame sedang dalam masa produktifnya.

Harga gurame dengan usia tersebut berkisar Rp60.000 per kg.\r\nCiri-ciri gurame yang siap dipijahkan adalah memiliki perut yang besar dan\r\ndekat dengan anus. Memiliki warna badan yang lebih gelap dan agak pucat, serta\r\ngerakannya lincah.

Gurame yang siap dipijahkan perlu ditempatkan sendiri dari\r\nikan-ikan lainnya. Karena itu Anda perlu mempersiapkan satu kolam lagi untuk\r\nproses pemijahan tersebut. Usahakan kolam tersebut tidak berlumpur dan dasarnya\r\nbersedimen pasir.

Karena gurame indukan ini biasanya cukup lincah dan banyak\r\nbergerak, upayakan kedalaman kolam di atas 80 cm. Pada kolam untuk pemijahan\r\ntersebut perlu diberi semacam sosog yang terbuat dari bambu lalu ditancapkan\r\npada kolam. Sosog ini fungsinya cukup penting, yakni sebagai sarang untuk telur\r\ngurame indukan.

Penetasan Telur

Ketika pada kolam pemijahan tersebut Anda menemukan semacam\r\nsarang yang telah tertutup, maka segera angkat sarang tersebut karena di dalam\r\nsarang tersebutlah terdapat telur-telur ikan gurame.

Buka sarang tersebut dan letakkan telur-telur gurame\r\ntersebut pada sebuah ember besar yang telah berisi air. Biasanya telur yang\r\nkualitasnya bagus akan berwarna kuning, sedangkan telur yang kurang bagus dan\r\nkemungkinan tidak menetas biasanya berwarna putih.

Proses penetasan telur gurame ini biasanya membutuhkan waktu\r\n3-4 hari. Media untuk proses penetasan ini Anda hanya membutuhkan air bersih\r\ndan ember besar dan lebar dengan kapasitas 40 liter-an, dengan harganya sekitar\r\nRp60.000.

Pemeliharaan Benih

Untuk memelihara benih ikan gurame, Anda memerlukan sebuah\r\nkolam khusus. Proses pemeliharaan benih gurame tentu berbeda dengan\r\npemeliharaan gurame dewasa atau indukan, karena itu harus diletakkan terpisah\r\nagar pertumbuhannya maksimal dan tidak dimakan oleh ikan yang besar.

Makanan yang diberikan pada benih gurame pun juga berbeda,\r\nyakni harus berupa pellet yang halus. Proses pendedaran benih gurame ini\r\nmembutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan

Pemberian Pakan

Makanan utama yang baik untuk gurame adalah pellet. Dalam\r\nsehari, Anda sebaiknya memberi makan gurame sebanyak dua kali, yakni pada waktu\r\npagi dan sore. Agar pertumbuhan ikan gurame Anda maksimal, maka Anda perlu\r\nmencari pellet yang memiliki kandungan protein 25%.

Harga pellet per kilogram adalah Rp6.000. Maka Anda perlu\r\nmembeli pellet dengan jumlah sesuai kebutuhan. Guna menghemat biaya pakan, Anda\r\njuga bisa memberi makan gurame dengan daun-daunan seperti daun kangkung,\r\npepaya, tauge, atau dapat juga berupa jagung rebus, ampas tahu, dan dedak.

Proses Panen

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Tahap terakhir dalam budidaya ikan gurame adalah panen.\r\nTahap ini sangat ditunggu-tunggu. Namun pelaksanaan panen harus Anda jalankan\r\ndengan hati-hati, agar hasilnya pun juga maksimal. Masa panen biasanya dalam\r\nwaktu 4-6 bulan sejak benih dimasukkan dalam kolam Dalam memanen, Anda juga\r\nperlu melihat kebutuhan pasar, jenis gurame seperti apa yang banyak diminati\r\noleh pasar.


Artikel Asli: Info Akuakultur



Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan