Sumber Gambar : Channel8.idKualitas air tambak terkait erat dengan kondisi kesehatan\r\nudang, kualitas air tambak yang baik akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan\r\nudang vaname secara optimal....
Sumber Gambar : Channel8.id
Kualitas air tambak terkait erat dengan kondisi kesehatan\r\nudang, kualitas air tambak yang baik akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan\r\nudang vaname secara optimal. Oleh karena itu, kualitas air tambak perlu\r\ndiperiksa dengan seksama karena hal ini berhubungan dengan faktor stress udang\r\nakibat perubahan parameter kualitas air di tambak.
\r\n\r\nUdang yang stres, daya tahan tubuhnya akan menurun sehingga\r\nmudah terserang penyakit. Perubahan parameter – parameter kualitas air akan\r\nmempengaruhi proses metabolisme tubuh udang seperti keaktifan mencari pakan,\r\nproses pencernaan dan pertumbuhan udang.
\r\n\r\nPemeliharaan kualitas air adalah faktor yang sangat penting\r\nuntuk mencapai angka kehidupan yang tinggi. Masalah pemeliharaan kualitas air\r\ntambak sering kali timbul seiring berjalannya waktu pemeliharaan.
\r\n\r\nTerkadang masalah – masalah tersebut timbul karena\r\npengontrolan dan penanganan kualitas air yang kurang baik. Dalam praktiknya\r\nsering kali petambak tidak menyadari perubahan kualitas air karena minimnya\r\npengetahuan petambak tentang pengelolaan kualitas air yang benar. Hal ini\r\nmenyebabkan terganggunya siklus hidup udang yang dibudidayakan.
Baca juga: Mencegah Penyakit Udang Berdasarkan Warna Air Tambak
Kestabilan lingkungan di dalam tambak merupakan syarat\r\nmutlak yang harus dipenuhi oleh petambak untuk memperoleh kesuksesan dalam\r\nmembudidayakan udang vaname. Pemeliharaan kualitas air dapat dijadikan sebagai\r\nsalah satu indikasi kuat tentang kestabilan lingkungan di dalam tambak.
\r\n\r\nMenjaga kualitas air tambak secara langsung akan berdampak\r\nterhadap tingkat kelangsungan hidup organisme yang berada di dalamnya. Untuk\r\ndapat tumbuh dengan optimal udang vaname memerlukan kondisi lingkungan yang\r\nstabil. Kondisi tersebut dapat diperoleh dengan menjaga kualitas air tambak\r\nyang digunakan sebagai media tumbuh udang.
\r\n\r\nKualitas air yang terjaga akan membuat nyaman udang vaname\r\nyang dipelihara di dalam tambak, sehingga akan berdampak terhadap laju\r\npertumbuhan yang positif. Udang vaname akan tumbuh dengan baik apabila kualitas\r\nair yang ada di dalam kolam sebagai media budidaya udang sesuai dengan\r\npersyaratan kualitas air udang vaname.
\r\n\r\nPerubahan Parameter Kualitas Air
\r\n\r\nMusim kemarau akan mengakibatkan perubahan parameter\r\nkualitas air seperti peningkatan suhu dalam air, peningkatan salinitas,\r\npeningkatan amonia, semakin padatnya plankton serta kurangnya intensitas cahaya\r\nyang masuk kedalam air kolam.
\r\n\r\nPerubahan parameter kualitas air ini akan berpengaruh pada\r\nkondisi udang yang dibudidayakan. Untuk itu, perlu dilakukan upaya – upaya\r\npencegahan dan penanganan dalam melakukan usaha budidaya udang Vaname di musim\r\nkemarau.
\r\n\r\nSuhu optimal untuk pertumbuhan udang berkisar antara 28,5 –\r\n31,5 oC. Jika suhu lebih dari angka optimal maka metabolisme dalam tubuh\r\nudang akan berlangsung cepat, imbasnya kebutuhan oksigen terlarut akan\r\nmeningkat.
\r\n\r\nUpaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan\r\npenambahan jumlah kincir untuk meningkatkan suplai oksigen terlarut di dalam\r\nair kolam namun harus disesuaikan dengan kondisi sarana serta biaya yang ada,\r\nsebab penambahan jumlah kincir tentunya juga akan menambah biaya produksi.
\r\n\r\nKualitas air yang baik harus mampu menyuplai oksigen yang\r\ndibutuhkan oleh udang, plankton dan mikroorganisme. Salinitas merupakan salah\r\nsatu aspek kualitas air yang memegang peranan penting karena mempengaruhi\r\npertumbuhan udang. Udang akan tumbuh dengan baik pada kisaran salinitas 15 – 25\r\nppt.
\r\n\r\nPada kondisi musim kemarau, kondisi air tambak akan menjadi\r\nhipersalin atau berkadar garam tinggi. Pada salinitas tinggi, pertumbuhan udang\r\nmenjadi lambat karena proses osmoregulasi terganggu. Osmoregulasi merupakan\r\nproses pengaturan dan penyeimbang tekanan osmosis antara di dalam dan diluar\r\ntubuh udang.
Baca juga: Pengelolan Air di Tambak
Apabila salinitas meningkat maka pertumbuhan udang akan\r\nmelambat karena energi lebih banyak terserap untuk proses osmoregulasi\r\ndibandingkan dengan untuk pertumbuhan. Selain itu salinitas air yang terlalu\r\ntinggi menyebabkan udang mengalami kesulitan berganti kulit karena kulit\r\ncenderung keras sulit dilepaskan, bahkan ada kalanya terdapat lumutan pada\r\nkarapas serta mudah terserang white spot.
\r\n\r\nUpaya yang dilakukan untuk menurunkan salinitas air yaitu\r\ndengan melakukan penambahan air tawar yang berasal dari sumur bor tau sumber\r\nair tawar lainnya. Peningkatan amonia juga akan terjadi pada musim kemarau.\r\nAmonia merupakan hasil ekskresi atau pengeluaran kotoran udang yang berbentuk\r\ngas. Amonia juga berasal dari pakan yang tidak termakan oleh udang sehingga\r\nlarut dalam air.
\r\n\r\nAmonia akan mengalami proses nitrifikasi dan denitrifikasi\r\nsesuai dengan siklus nitrogen dalam air. Proses ini akan berjalan lancar\r\napabila tersedia bakteri nitrifikasi dan denitrifikasi dalam jumlah yang cukup\r\nyaitu bakteri Nitrobacter dan Nitrosomonas.
\r\n\r\nNitrobacter berperan mengubah amonia menjadi nitrit,\r\nsementara Nitrosomonas mengubah nitrit menjadi nitrat. Amonia dan\r\nnitrit merupakan senyawa beracun sehingga harus diubah menjadi senyawa yang\r\ntidak berbahaya yaitu nitrat. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan\r\njumlah bakteri dalam air tambak yaitu dengan melakukan aplikasi probiotik yang\r\nmengandung bakteri Nitrobacter dan Nitrosomonas.
\r\n\r\nPenggunaan Probiotik
\r\n\r\nProbiotik adalah mikroorganisme yang dikembangkan dan\r\ndiaplikasikan melalui pakan maupun lingkungan yang bertujuan untuk memperkuat\r\ndaya tahun tubuh udang serta memperbaiki kualitas air tambak. Probiotik\r\nbersifat non patogenik dan dikembangkan secara massal pada media kultur sesuai\r\ntujuannya.
\r\n\r\nJenis mikroba ini berkembang dan menghasilkan endo dan ekto-enzyme yang\r\nberfungsi merombak senyawa beracun dan bahan organik. Aplikasi probiotik yang\r\nbenar akan membantu menstabilkan kualitas air tambak.
\r\n\r\nUsaha budidaya udang pola intensif, memiliki unsur hara yang\r\nsangat tinggi yang dimanfaatkan oleh plankton untuk tumbuh. Sumber utama unsur\r\nhara adalah dari sisa pakan, karena selama masa pemeliharaan, pakan yang\r\ndimasukkan dalam jumlah yang besar. Sisa pakan dan kotoran udang memberikan\r\npengaruh yang besar terhadap pertumbuhan plankton dan mikroorganisme.
Baca juga: Can Probiotics Make Shrimp Farming More Environmentally Friendly?
Namun, terlalu banyak kandungan bahan organik akan\r\nmengakibatkan pertumbuhan plankton dan bakteria (baik yang menguntungkan maupun\r\nyang merugikan) terlalu pesat sehingga harus diwaspadai dengan melakukan\r\npengukuran dan pengamatan kualitas air. Kualitas air yang baik biasanya\r\nmengandung bahan organik dari sisa pakan, kotoran udang dan plankton mati dalam\r\njumlah terbatas.
\r\n\r\nPlankton seperti fitoplankton yang menguntungkan sangat\r\ndibutuhkan dalam usaha budidaya udang. Plankton berfungsi sebagai pakan alami,\r\npenahan terhadap intensitas cahaya matahari serta sebagai bioindikator\r\nkestabilan lingkungan air media budidaya udang.
\r\n\r\nPada musim kemarau, salinitas air dalam kolam relatif lebih\r\ntinggi yang mengakibatkan pertumbuhan plankton terhambat sehingga populasi\r\nplankton tidak stabil. Plankton warna hijau lebih mudah dipelihara\r\nkestabilannya dibandingkan plankton warna coklat sehingga disarankan untuk\r\nmenumbuhkan plankton yang berwarna hijau.
\r\n\r\nPada beberapa kondisi, plankton hijau akan berubah menjadi\r\nberwarna coklat karena umur plankton yang semakin tua. Pada salinitas\r\n25 permil plankton yang hidup di\r\nkolam cenderung lebih sedikit jenisnya dan berwarna coklat.
\r\n\r\nUpaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kestabilan\r\nplankton yaitu dengan melakukan penambahan air yang berasal dari tandon air.\r\nPada musim kemarau diupayakan untuk tidak melakukan pembuangan air tambak\r\nmelalui pergantian air, sebaiknya hanya dilakukan penambahan air untuk\r\nmengganti air yang hilang akibat penguapan.
Beli probiotik sekarang!
Penambahan air sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari\r\ndengan jumlah berkisar antara 5 – 20% disesuaikan dengan kondisi volume air\r\ndalam kolam yang hilang. Sebaiknya penambahan air dilakukan satu jam setelah\r\npemberian pakan untuk menghindari tingkat stres yang tinggi pada udang.
\r\n\r\nPenambahan air dapat dilakukan dengan menggunakan\r\npompa submersible atau dengan sistem gravitasi. Air yang digunakan\r\ndalam penambahan air merupakan air dari tandon yang telah disterilkan.
\r\n\r\nPeran Tandon
\r\n\r\nPada budidaya udang, tandon berfungsi untuk memperbaiki\r\nkualitas air sebelum dimasukkan ke dalam kolam budidaya. Tandon dapat digunakan\r\nuntuk mengendapkan suspensi terlarut, disamping itu juga dapat dilakukan\r\nperlakuan air untuk mengurangi pathogen yang merugikan.
\r\n\r\nKebutuhan tandon bervariasi tergantung dari lokasi dan\r\nsumber air yang digunakan. Pada daerah dimana potensi pencemaran tinggi dan\r\nwilayahnya banyak dikelilingi oleh petambak, kebutuhan tandon lebih banyak dan\r\ndisarankan untuk menggunakan 30% dari petakanya untuk tandon sementara daerah\r\nyang potensi pencemarannya rendah cukup menggunakan 20%.
\r\n\r\nTandon memiliki peranan penting khususnya pada usaha budidaya\r\nudang di musim kemarau. Tandon dapat dijadikan sebagai wadah penyimpanan air\r\nsementara atau air cadangan yang akan digunakan untuk penambahan air selama\r\nmasa budidaya.
\r\n\r\nBudidaya udang pada musim kemarau sangat rentan karena udang\r\nsangat mudah mengalami stres akibat senyawa beracun yang ada di dalam kolam.\r\nSelama proses budidaya udang pada musim kemarau diupayakan untuk tidak\r\nmelakukan penyiponan karena selama penyiponan maka akan mengakibatkan berkurangnya\r\nvolume air dalam kolam.
Baca juga: Pentingnya Biosekuriti Tambak Udang
Selain itu karena volume air dalam kolam relatif berkurang\r\nmaka kemungkinan akan teraduknya bahan organik dalam kolam akibat kegiatan\r\npenyiponan sangat tinggi, untuk itu sebaiknya dihindari. Pembuangan bahan\r\norganik dapat dilakukan jika kontruksi kolam memiliki central drain yaitu\r\ndengan membuka central drain dengan waktu yang tidak terlalu lama.
\r\n\r\nPembuangan bahan organik juga dapat dilakukan dengan\r\nmembuang plankton mati yang muncul ke permukaan air tambak dengan menggunakan\r\nserok. Penambahan air dapat dilakukan setelah pembuangan bahan organik baik\r\nmelalui central drain maupun menggunakan serok.
\r\n\r\nPengaturan pola tanam juga dapat dilakukan sebagai salah\r\nsatu solusi dalam melakukan budidaya udang pada musim kemarau. Petambak\r\ntentunya sudah mengetahui kapan terjadinya musim kemarau berbekal pada\r\npengalaman pada siklus budidaya sebelumnya.
\r\n\r\nPengalaman ini dapat dijadikan sebagai salah satu pedoman\r\ndalam menentukan pola tanam. Pembudidaya dapat mengatur penebaran benih udang\r\nmaksimal dua bulan sebelum terjadinya musim kemarau, hal ini bertujuan agar\r\npada saat terjadi musim kemarau udang telah berumur paling tidak 60 hari.
\r\n\r\nUdang dalam umur tersebut sudah memiliki toleransi yang\r\ncukup tinggi terhadap perubahan parameter kualitas air. Berbeda dengan udang\r\nyang masih berumur kecil, mudah mengalami stres akibat guncangan parameter\r\nkualitas air.
Artikel Asli : Info Akuakultur
Tentang Minapoli
Minapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis perikanan budidaya terintegrasi, sehingga pembudidaya dapat menemukan seluruh kebutuhan budidaya disini. Platform ini hadir untuk berkontribusi dan menjadi salah satu solusi dalam perkembangan industri perikanan budidaya. Bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku budidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina.

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
