Minapoli
Budidaya Clownfish Sistem Resirkulasi Skala Rumah Tangga
Ikan Hias

Budidaya Clownfish Sistem Resirkulasi Skala Rumah Tangga

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
2 menit baca

Disebut-sebut sebagai usaha yang menjanjikan keuntungan,\r\nbudidaya ikan hias jenis clownfish skala rumah tangga dengan sistem resirkulasi\r\nmampu menghasilkan limpahan rupiah. Direktur Jenderal Per...


Disebut-sebut sebagai usaha yang menjanjikan keuntungan,\r\nbudidaya ikan hias jenis clownfish skala rumah tangga dengan sistem resirkulasi\r\nmampu menghasilkan limpahan rupiah.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto pada\r\nSenin (29/10) menyatakan teknologi recirculation\r\naquaculture system (RAS) ini mampu menggenjot produktivitas budidaya ikan\r\nhingga 100 kali lipat dibanding teknologi konvensional.

Khusus untuk ikan hias, KKP telah membangun instalasi RAS\r\nmodern berkapasitas tinggi di BPBL Ambon. Sementara pada level masyarakat\r\nteknologi mini RAS atau resirkulasi skala rumah tangga juga telah\r\ndiaplikasikan kepada masyarakat pembudidaya ikan hias, terutama di Ambon.

Kepala BPBL Ambon, Tinggal Hermawan menjelaskan\r\ninstitusinya telah berhasil mengembangkan berbagai komoditas unggulan\r\ndiantaranya : ikan hias clownfish berbagai varian (Amphiprion sp) yang telah dikenal oleh para penghobi ikan hias\r\ndi seluruh Indonesia.

Ikan hias clownfish produksi Ambon dikenal memiliki aneka\r\nragam corak dan warna sehingga bernilai jual tinggi.

Untuk jenis ikan konsumsi, lanjut dia, budidaya\r\nikan bubara / kuwe (Caranx sp)\r\nsebagai salah satu komoditas unggulan baru.

Ikan konsumsi ini berhasil dikembangkan dan diproduksi\r\nsecara massal oleh BPBL Ambon, menyusul ikan kakap putih (Lates calcarifer), serta bibit rumput\r\nlaut kultur jaringan (Kappaphycus\r\nalvarezii).

Analisa Ekonomi

Diuraikannya, biaya investasi pembuatan system RAS senilai\r\nRp 6.800.000,-, modal pembelian benih sekitar Rp 1.562.500,-, operasional pakan\r\nselama 6 bulan pemeliharaan Rp 600.000,- dan biaya listrik selama 6 bulan\r\nsekitar Rp 600.000,-.

Omzet penjualan budidaya ikan hias dalam satu siklus/6 bulan\r\nsenilai Rp 15.000.000,-. Keuntungan bersih yang diperoleh pembudidaya pada\r\nsiklus pertama sekitar Rp 12.237.500,- ungkapnya.

Sehingga pada panen siklus kedua, pembudidaya sudah dapat menutup\r\nbiaya investasi instalasi RAS.

Selain budidaya ikan hias, Tinggal menjelaskan, budidaya\r\nrumput laut juga tidak kalah menjanjikan, menurutnya, untuk mengawali usaha\r\nbudidaya rumput laut diperlukan investasi sekitar 4,7 Juta per unit\r\nukuran 20 m x 25 m.

Hal itu diperuntukan untuk penyediaan sarana berupa tali\r\npemberat PE, tali jalur, tali ikat bibit, pelampung diameter 30-40 cm dan\r\npelampung kecil. Dengan estimasi panen sekitar 600 Kg/siklus (45 hari) dan\r\nharga jual bibit basah Rp. 10.000 maka akan diperoleh omzet usaha sebesar 6\r\njuta/siklus atau keuntungan bersihnya sekitar 4,8 juta per siklus.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

"Dengan kondisi dan potensi perairan yang cukup baik,\r\npengembangan budidaya rumput laut di timur Indonesia menjadi hal yang\r\nmenjanjikan. Ini sangat potensial untuk membantu peningkatan kesejahteraan\r\npembudidaya,” ungkap Tinggal.


Artikel Asli : Trobos Aqua

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan