Minapoli
Budidaya Cacing Sutera Dorong Produksi Benih Ikan Nasional
Mas

Budidaya Cacing Sutera Dorong Produksi Benih Ikan Nasional

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
7 menit baca

Jakarta – Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan\r\nPerikanan (KKP), Slamet Soebjakto, saat dimintai keterangannya di Jakarta,\r\nSelasa (23/4) menjelaskan bahwa salah satu paka...

Jakarta – Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan\r\nPerikanan (KKP), Slamet Soebjakto, saat dimintai keterangannya di Jakarta,\r\nSelasa (23/4) menjelaskan bahwa salah satu pakan alami yang penting dalam\r\nkegiatan budidaya ikan air tawar khususnya pada fase pembenihan, yaitu cacing\r\nsutera. Oleh karenanya, saat ini pengembangan budidaya cacing jenis ini terus\r\ndigalakkan di berbagai daerah di Indonesia.

Cacing sutera\r\nbernama latin Tubifex sp atau sering\r\ndisebut cacing rambut merupakan cacing berkoloni yang masuk dalam kelas jenis Oligochaeta berukuran 2 – 4 cm yang\r\nhidup di perairan jernih dan kaya bahan organik.

Slamet\r\nmenuturkan bahwa cacing sutera mengandung protein berkisar 57 – 60% dan lemak\r\n13 – 20%, karena nilai gizi yang tinggi ini membuatnya sangat diminati\r\npembudidaya guna mencukupi kebutuhan nutrisi bagi pertumbuhan benih ikan.


Baca juga: Apartemen Cacing Tingkatkan Produktivitas

Selain itu,\r\ncacing sutera juga mengandung vitamin B12, mineral, asam amino serta asam lemak\r\ntak jenuh. Cacing ini juga mudah dicerna dalam tubuh ikan karena tanpa tulang\r\nkerangka serta sesuai dengan bukaan mulut larva.

“Budidaya\r\ncacing sutera bahkan sudah menjadi salah satu peluang ekonomi bagi masyarakat.\r\nKeuntungan dari budidaya cacing sutera tidak memerlukan luasan lahan yang\r\nbesar, cukup dengan memanfaatkan pekarangan rumah dan selain itu tidak\r\nmembutuhkan waktu yang lama sehingga waktu pengembalian investasinya pun lebih\r\nsingkat dan perputaran uangnya juga cenderung lebih cepat”, ujar Slamet.

Slamet\r\nmenjelaskan bahwa KKP terus berupaya agar teknik budidaya cacing sutera ini\r\ndapat dikuasai oleh pembudidaya khususnya di luar Pulau Jawa. Hal ini untuk\r\nmengatasi kelangkaan pakan alami bagi benih ikan sehingga benih ikan air tawar\r\ntidak semata-mata menggantungkan dari Pulau Jawa.

Selain itu,\r\nSlamet mengatakan ada banyak metode budidaya cacing sutera yang bisa dilakukan\r\npembudidaya, mulai dari metode kolam plastik terpal, nampan bertingkat, bak\r\nsemen, hingga kolam tanah yang bisa dilakukan di outdoor maupun indoor.

“Dengan adanya\r\npenguasaan teknologi budidaya cacing sutera saat ini maka dapat menjamin\r\nketersediaan pakan alami secara terus-menerus dan kontinu sehingga problem\r\nutama pembenihan ikan air tawar, yaitu ketersediaan pakan alami, sudah\r\nterpecahkan”, ungkapnya.


Jual cacing sutera disini!

Dari hasil\r\npenelitian diketahui pemberian pakan cacing sutera dapat meningkatkan laju\r\nkelulushidupan serta pertumbuhan ikan baik fase larva maupun saat pembesaran.

“Tahun 2019\r\nkita targetkan produksi benih sebanyak 2,3 milyar ekor yang nantinya untuk\r\nmendukung peningkatan produksi budidaya. 213,9 juta ekor diantaranya akan\r\ndiberikan untuk program bantuan benih di 34 provinsi di Indonesia, sehingga\r\nkebutuhan cacing sutera untuk produksi benih tersebut harus terpenuhi”, tutur\r\nSlamet.

Lanjutnya,\r\ndengan target kebutuhan benih tersebut maka akan terbuka pula pasar cacing\r\nsutera sehingga peluang usaha yang tercipta sangat besar.

“Jika budidaya\r\ncacing sutera ini dijadikan usaha sampingan bagi pembudidaya ikan akan\r\nmenguntungkan secara ekonomi karena cacing sutera dapat dijual, sehingga dapat\r\nmeningkatan pendapatan mereka”, tutup Slamet.

Tahapan Budidaya Cacing Sutera

Saat ini KKP\r\nmelalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya telah berhasil berinovasi\r\nmengembangkan budidaya cacing sutera secara massal. Selain itu, inovasi\r\ntersebut telah didesiminasikan kepada masyarakat pembudidaya ikan di seluruh\r\nIndonesia melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Perikanan Budidaya Air\r\nTawar yaitu di Sukabumi, Jambi, Tatelu dan Mandiangin.

Pembudidaya\r\ncacing sutera di Bogor yang juga Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Pintu Air, Umar Hasan, saat\r\ndimintai informasinya menyebutkan tahapan budidaya cacing sutera cukup\r\nsederhana, terdiri dari persiapan wadah dan media, kemudian penebaran benih,\r\npemberian pakan hingga pemanenan biomassa.

Umar melakukan\r\nbudidaya cacing sutera dengan metode wadah nampan (tray) sebanyak 96 buah,\r\ndibuat rak tersusun secara vertikal.

Lanjutnya, pada\r\nwadah tersebut dipasang pelindung berupa paranet atau plastik UV yang berfungsi\r\nmenjaga kestabilan suhu, masuknya air hujan serta menjaga agar partikel lainnya\r\n(sampah atau kotoran) tidak masuk ke dalam media.

Kemudian,\r\npemupukan dasar media dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu (pemumpukan\r\ndengan cara langsung dilakukan dengan mencampur kotoran hewan (ayam, kambing\r\natau sapi) sebanyak 100 – 250 gr/m2 dan dedak 200 – 250 gr/m2,\r\nsedangkan pemupukan dengan cara fermentasi diberi tambahan probiotik 100 ml/m2\r\ndan molase sebanyak 10% dari jumlah bahan pemupukan.


Baca juga: Melihat Budidaya Cacing Sutera dengan Sistem Apartemen

“Setelah itu,\r\nmedia didiamkan selama 3 – 4 hari dan dilanjutkan dengan penebaran benih cacing\r\nsutera dengan kepadatan 1 liter per meter persegi”, jelas Umar.

Kegiatan\r\npemberian pakan perlu dilakukan sebagai asupan makanan untuk pertumbuhan cacing\r\nsutera dengan cara menaburkan pakan secara langsung seperti dedak, sayuran yang\r\ntelah dimasak atau sisa olahan dapur.

“Setelah masa\r\nbudidaya selama 2 minggu, cacing sutera dapat dipanen dengan menggunakan serok\r\ndengan bahan yang halus atau lembut”, tuturnya.

Umar\r\nmenambahkan untuk biaya investasi dengan metode ini, ia memerlukan biaya Rp.\r\n4,5 juta yang digunakan untuk pembuatan rak kayu dan terpal untuk kolam\r\npenampung air, serta pembuatan media budidaya. Prasarana budidaya ini mampu\r\nbertahan selama 2,5 (dua) tahun, dengan penyusutan Rp. 150 ribu per bulan. Sedangkan\r\nbiaya operasional sebesar Rp. 200 ribu untuk benih dan pakan per dua minggu\r\natau Rp. 400 ribu per bulan.

Dengan modal Rp.\r\n550 ribu dalam periode 1 (satu) bulan,\r\nIa dapat memanen 96 liter cacing sutera, jika harganya Rp. 15 ribu per liter\r\nmaka penghasilan sebesar Rp. 1,4 juta per bulan.

Maka keuntungan per bulan mencapai Rp. 850 ribu dengan\r\nnilai R/C ratio (Revenue per Cost ratio)\r\nsebesar 2 artinya usaha sangat menguntungkan.

“Semakin banyak\r\nnampan yang digunakan semakin banyak cacing sutera yang diproduksi,\r\nkeuntungannya pun bisa semakin meningkat”, ungkapnya.

Budidaya cacing\r\nsutera yang dilakukan Umar dengan metode ini tidak membutuhkan lahan yang luas\r\nkarena mediannya disusun ke atas secara vertikal yang cenderung bisa dilakukan\r\njuga dilahan yang sempit seperti perkarangan rumah.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Potensi cacing\r\nsutera sebagai pakan alami yang meliputi kandungan nutrisi tinggi, mudah dan\r\nmurah untuk dibudidayakan di lahan yang berbatas serta masa reproduksi yang\r\nterbilang cepat menjadikannya primadona usaha bagi pembudidaya ikan yang dapat\r\nmendukung peningkatan kualitas dan kuantitas benih ikan air tawar di\r\nIndonesia.




Tentang Minapoli

Minapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis perikanan budidaya terintegrasi, sehingga pembudidaya dapat menemukan seluruh kebutuhan budidaya disini. Platform ini hadir untuk berkontribusi dan menjadi salah satu solusi dalam perkembangan industri perikanan budidaya. Bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku budidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina. 

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan