Ikan cobia atau gabus laut memang tak sepopuler kerapu atau\r\nikan laut lainnya. Kendati begitu, ikan cobia nantinya\r\nbisa menjadi pilihan budidaya masyarakat, karena berpeluang\r\nsebaga...
Ikan cobia atau gabus laut memang tak sepopuler kerapu atau\r\nikan laut lainnya. Kendati begitu, ikan cobia nantinya\r\nbisa menjadi pilihan budidaya masyarakat, karena berpeluang\r\nsebagai komoditas unggulan perikanan budidaya.
Apa alasan Cobia bisa menjadi unggulan? Selain punya\r\nnilai ekonomi tinggi, pertumbuhannya relatif cepat, tahan terhadap penyakit dan\r\nmemiliki kualitas daging yang bagus.
“Ikan cobia ini nantinya bisa dibudidaya masyarakat. Sebab,\r\nkami sudah melakukan penelitian untuk pengembangan benihnya selama 10 tahun.
Artinya, teknologi pembenihannya sudah dikuasasi\r\ndan sesuai rencana pada pertengahan Oktober tahun 2019 akan kami\r\nlaunching,” papar Plt. Kepala Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL)\r\nLampung, Sunaryat, di Lampung.
Baca juga: Permintaan Market Mulai Tinggi, KKP Siap Genjot Suplai Ikan Cobia
Menurut Sunaryat, BBPBL Lampung sudah memiliki indukan yang\r\nsiap dipijahkan dan calon indukan yang produktif relatif cukup\r\nbanyak. Melalui indukan yang produktif ini tiap bulannya mampu\r\nmenghasilkan telur sebanyak 1 juta butir( sekali memijah). “Benihnya sudah\r\nkita siapkan dan komodotas ikan cobia ini siap dikembangkan di masyarakat,”\r\nujarnya.
BBPBL Lampung saat ini sudah siap untuk suplai benih sekitar\r\n6.000-7.000 ekor per siklus (2-3 bulan). Artinya, dari BBPBL\r\nLampung minimal mampu menyiapkan benih cobia sekitar 36 ribu\r\nekor/tahun.
Pastinya, untuk pengembangan budidaya ikan cobia di\r\nmasyarakat, benihnya tak hanya dari balai saja. Untuk itu, BBPBL Lampung akan\r\nmenggandeng pembenih ikan laut dalam rangka pengembangan hatchery\r\nskala rumah tangga di masyarakat.
“UPT lainnya pun bisa\r\nmengembangkannya, untuk mempermudah pengembangan budidaya ikan cobia di\r\nmasyarakat,” papar Sunaryat.
Cara Budidaya
Benih ikan cobia ukuran 7-9 cm yang diproduksi BBPBL\r\nLampung sudah diuji coba di sejumlah pembudidaya di Kampung Cobia, Desa Durian,\r\nKecamatan Padang Cermin, Kabupaten Sawaran, Lampung. Benih ikan\r\ncobia yang diberi pakan ikan rucah dan pellet buatan ini bisa tumbuh dengan\r\nbaik.
“Kurun 1 tahun bobot ikan cobia tersebut bisa mencapai 3-6\r\nkg/ekor. Bobot cobia ini sangat tergantung cara pemberian pakannya,” ujarnya.
Budidaya ikan cobia umumnya dilakukan dengan media keramba\r\njaring apung (KJA). Dalam satu KJA rata-rata-rata diisi\r\nbenih ikan cobia 100 ekor (ukuran 7-9 Cm).
Kalkulasinya, jika hasilnya rata-rata 5\r\nkg/ekor, maka paling tidak selama satu tahun bisa memproduksi ikan\r\ncobia sekitar 4 kuintal atau 400 kg.
Baca juga: King Cobia Komoditas Baru Budidaya Ikan Indonesia, Intip Peluang Ekspornya
“Kalau harga ikan cobia Rp 60 ribu/kg, pembudidaya bisa\r\nmendapatkan hasil sekitar Rp 2,4 juta/KJA/tahun,” katanya.
Untuk pemasarannya, Sunaryat mengatakan,\r\npemerintah saat ini sudah menyiapkan hilirnya. “Kami sudah menggandeng PT\r\nSilivas. Perusahaan swasta tersebut siap menampung ikan cobia yang\r\ndibudidaya masyarakat,” ujarnya.
Rekayasa pembenihan ikan cobia sudah dilakukan sejak tahun\r\n2009. Saat itu, induk ikan cobia merupakan ikan hasil budidaya (F1) dari\r\nBalai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut (BBRPBL)\r\nGondol-Bali. Pembenihannya pun dilakukan secara alamiah.
Plt. Kepala Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL)\r\nLampung, Sunaryat mengatakan, selama ini komoditas ikan cobia\r\nmemang belum dikembangkan.
Setelah dilakukan rekayasa pembenihan secarara alamiah\r\nselama 10 tahun dan ada kepastian benihnya dari balai, tahun ini\r\nsudah siap dimasyarakatkan.
“Kalau dimasyarakatkan, tentunya kami harus mengatur\r\nstrateginya supaya kebutuhan benih untuk budidaya bisa tersedia setiap\r\nsaat,” katanya.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
Pada tahap awal, BBPBL Lampung bisa memproduksi benih ikan\r\ncobia sekitar 5.000 ekor per bulan. Saat ini BBPBL Lampung sudah rutin\r\nmemproduksi benih cobia sekitar 7.000 ekor per siklus (2 bulan).
Baca juga: King Cobia, Jadi Alternatif Komoditas Baru
Sumber : Tabloid Sinar Tani

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
