Produksi udang diharapkan naik hingga 250% atau 2,5 kali\r\nlipat sampai tahun 2024, sebagaimana instruksi presiden untuk menggenjot ekspor\r\nperikanan untuk menambah devisa ekspor Indonesia.Dikataka...
![]()
Produksi udang diharapkan naik hingga 250% atau 2,5 kali\r\nlipat sampai tahun 2024, sebagaimana instruksi presiden untuk menggenjot ekspor\r\nperikanan untuk menambah devisa ekspor Indonesia.
Dikatakan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet\r\nSoebjakto di sela-sela acara Aquaculture Festival 2019 yang diadakan Himpunan\r\nMahasiswa Akuakultur (Himakua) IPB di Baranangsiang, Bogor (20/10), udang\r\nmerupakan komoditas unggulan yang bisa menggenjot rencana strategis selama lima\r\ntahun ke depan.
Target itu, lanjut Slamet, akan dihasilkan dari semua jenis\r\nkomoditas udang yang di budidayakan. Baik udang vaname, windu, bahkan\r\nmerguiensis.
Produksi udang vaname diharapkan bisa menggenjot dari sisi\r\nvolume produksi, sementara udang windu diharapkan bisa menggenjot nilainya\r\nkarena harganya yang premium.
Terutama untuk udang windu organik. "Sementara\r\nmargeuinsis itu dia antara vaname dan windu. Sifatnya tengah-tengah. Jadi nanti\r\npengembangannya semi intensif," katanya.
Dalam acara yg sama, Sekretaris Jenderal Shrimp Club\r\nIndonesia I Nengah Sarjana membenarkan bahwa, untuk saat ini industri udang\r\nmerupakan sektor yang paling siap sebagai penyumbang devisa.
Tetapi menurutnya, penyakit masih menjadi kendala dalam\r\nmeningkatkan produksi.
Ia mengatakan bahwa persentase penambahan lahan produksi\r\nbelum diimbangi dengan persentase hasil produksi yang sama.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
"Lahan tambak bertambah 10 persen tiap tahunnya, tapi\r\ntidak serta merta menambah produksi 10 persen juga," ungkapnya. Sehingga\r\nia bersama para petambak lain terus berusaha mencari teknologi dan terobosan\r\nterbaru dalam menghadapi tantangan penyakit ini.
Artikel Asli : Trobos Aqua

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
