Meningkatnya permintaan pasar global akan produk perikanan\r\nyang berasal dari praktik berkelanjutan, mendorong perbaikan di sepanjang\r\nrantai pasokan perikanan Indonesia untuk menjaga daya saing s...
Meningkatnya permintaan pasar global akan produk perikanan\r\nyang berasal dari praktik berkelanjutan, mendorong perbaikan di sepanjang\r\nrantai pasokan perikanan Indonesia untuk menjaga daya saing serta keberlanjutan\r\nkomoditas perikanan nasional
Proyek Global Sustainable Supply Chains for Marine\r\nCommodities (GMC) project (2018-2021) dikoordinir oleh Kementerian Perencanaan\r\nPembangunan Nasional / BAPPENAS dengan dukungan teknis dari United Nations\r\nDevelopment Programme (UNDP) dan pembiayaan oleh Global Environment Facility\r\n(GEF), berkontribusi untuk membantu transformasi pasar makanan laut dari sisi\r\nkebijakan dan perencanaan dengan mengarusutamakan keberlanjutan dalam rantai\r\npasokan komoditas perikanan dari Indonesia.
Saat ini, proyek GMC tengah mendukung secara langsung\r\nperbaikan perikanan atau Fishery Improvement Projects (FIPs) pada perikanan\r\nTuna Pole and Line, serta perikanan Rajungan, untuk memenuhi standar\r\nkeberlanjutan yang diakui di pasar global dalam 1-2 tahun kedepan. Diharapkan\r\nmelalui perwakilan dua sektor perikanan menjadi komoditas ekspor utama ini,\r\ndapat disusun praktik terbaik, yang menghasilan pembelajaran dan model untuk\r\nmengembangkan arah kebijakan dalam meningkatkan keberlanjutan perikanan di\r\nIndonesia.
Dengan kompleksitas tantangan yang dihadapi dan\r\nkarakteristik perikanan tangkap di Indonesia, dibutuhkan sebuah wadah untuk\r\nsemua pihak menyepakati visi bersama, merumuskan upaya strategis, dan\r\nbersama-sama mengawal implementasinya secara transparan. Perlu kolaborasi semua\r\npihak di sepanjang rantai pasok perikanan, termasuk pemerintah pusat dan\r\ndaerah, akademisi, lembaga mitra, generasi muda, partisipasi perempuan, dan\r\ntentunya nelayan untuk bisa mewujudkan perikanan Indonesia yang adil, mandiri,\r\nmemiliki daya saing dan berkelanjutan.
Melalui Proyek GMC, Kementerian PPN/ BAPPENAS memprakarsai\r\npembentukan Platform Multistakeholder Perikanan Berkelanjutan yang akan dirilis\r\n25 Juli 2019 oleh Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Dr. Arifin\r\nRudiyanto. “Pembentukan platform ini selaras dengan upaya pencapaian\r\nSustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan-14 mengenai ekosistem\r\nlautan, yang telah diatur melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia No 59\r\ntahun 2017 tentang pelaksanaan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,”\r\njelas Arifin.
Salah satu fokus dari Platform Multistakeholder Perikanan\r\nBerkelanjutan adalah mewujudkan pengelolaan berbasis wilayah pengelolaan\r\nperikanan (WPP) untuk mengoptimalkan pengelolaan wilayah dan pemanfaatan\r\nsumberdaya ikan secara berkelanjutan.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
Pengelolaan wilayah ini termasuk didalamnya integrasi tata\r\nruang darat dan laut, termasuk mengoptimalkan Kawasan Konservasi Perairan untuk\r\nmendukung pengelolaan sumberdaya ikan, penataan investasi dan perizinan,\r\npenyediaan data yang reliable, serta membangun sinergitas industri sesuai\r\ndengan karakteristik dan kekuatan dari setiap Wilayah Pengelolan Perikanan/\r\nWPP.
Sumber : SWA

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
