PT. Japfa\r\nComfeed Tbk (JAPFA) melalui anak perusahaan PT. Suri Tani Pemuka (STP)\r\ndan PT. Iroha Sidat Indonesia (ISI) bersama Dirjen Peningkatan Daya Saing\r\nProduk Kelautan dan Perikanan, Dirje...
PT. Japfa\r\nComfeed Tbk (JAPFA) melalui anak perusahaan PT. Suri Tani Pemuka (STP)\r\ndan PT. Iroha Sidat Indonesia (ISI) bersama Dirjen Peningkatan Daya Saing\r\nProduk Kelautan dan Perikanan, Dirjen Kementerian Luar Negeri dan Bupati\r\nBanyuwangi secara resmi membuka kran ekspor produk\r\nbudidaya perikanan, salah satunya produknya yakni ikan sidat senilai Rp 6\r\nmiliar ke Jepang melalui PT. Iroha Sidat Indonesia, Banyuwangi.

PT. JAPFA melepas ekspor perdana di tahun 2020 ini senilai\r\nlebih dari Rp 13 miliar, meliputi produk olahan sidat, produk fillet dan Ioin\r\nikan tilapia, produk olahan ikan tilapia dan pakan udang.
Head of Aquaculture Division JAPFA Group (STP) Ardi Budiono\r\nmenyampaikan pelepasan ekspor perdana diawal tahun 2020 merupakan bentuk\r\nkonsistensi JAPFA dalam mendukung ekspor diberbagai komoditas, salah satunya\r\nproduk sidat Banyuwangi.

"Produk olahan makanan kita memenuhi pasar\r\nInternasional, bahwa produk Indonesia sudah diakui oleh negara di dunia, hal\r\nini tidak terlepas dari upaya JAPFA dalam mendukung pemerintah meningkatkan\r\ndevisa negara," kata Ardi sambil bersemangat.
Ardi menjelaskan bahwa nilai ekspor tahun 2019 sebesar 53 %,\r\nhingga saat ini produk olahan perikanan JAPFA telah dipasarkan ke 14 Negara di\r\nnegara Eropa, Afrika, dan Asia.
"Dengan adanya peningkatan ekspor di tahun lalu,\r\npeluang ekspor semakin besar dan ini menjadi peluang kami dan peluang\r\nIndonesia," tegasnya.

Ardi mengungkapkan bahwa PT. JAPFA selalu menjaga standar\r\nkualitas dan mutu produk budidaya perikanan dengan baik.
"Disetiap rantai produksinya, kami memastikan kualitas\r\ndari mulai pemilihan bahan baku dan pengawasan yang ketat serta melalui proses\r\nproduksi yang bertanggung jawab dan keberlanjutan," imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas\r\nmenyampaikan keterimakasihannya atas sinergitas PT. JAPFA dengan pemerintah\r\nuntuk meningkatkan ekspor budidaya perikanan di Banyuwangi.

"Saya kira angin segar di awal tahun, JAPFA membuka\r\nekspor perdananya, saat ini semua pertambangan banyak turun tetapi perusahaan\r\nyang berbasis makanan ini malah semakin meningkat nilai ekspornya, karena\r\nproduk makanan ini lebih kuat dalam persaingan pasar," cetus Anas.
Anas menjelaskan bahwa kualitas air di Banyuwangi\r\nsangat bagus, sehingga sangat mendukung untuk budidaya perikanan salah satunya\r\nsidat.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
Jenis sidat yang\r\ndibudidayakan di Banyuwangi merupakan jenis Anguila Bicolor dan Marmorata,\r\nsedangkan yang paling banyak dibudidayakan adalah jenis Anguila Bicolor. Perlu\r\ndiketahui, pelepasan ekspor budidaya\r\nperikanan ini serempak dilaksanakan di tiga unit bisnis JAPFA yaitu Banyuwangi, Cirebon,\r\ndan Medan.
Sumber : Times Indonesia

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
