Pameran Eastfood Indonesia\r\n& Eastpack Surabaya 2019 digelar untuk yang ke-11 kalinya di\r\nGrand City Surabaya, pada 20-23 Juni 2019. Pameran Internasional di bidang\r\nindu...
Pameran Eastfood Indonesia\r\n& Eastpack Surabaya 2019 digelar untuk yang ke-11 kalinya di\r\nGrand City Surabaya, pada 20-23 Juni 2019. Pameran Internasional di bidang\r\nindustri makanan, minuman, bahan baku, teknologi & jasa layanan dalam\r\nbidang pangan dan teknologi pengemasan diikuti lebih dari 185 peserta, baik\r\ndari lokal maupun internasional.
Pameran Eastfood Indonesia\r\n& Eastpack Surabaya 2019 menghadirkan berbagai program menarik,\r\nyakni seminar “Menjaga Kualitas dan Keamanan Pangan dengan Teknologi Pendingin\r\nTepat Guna” yang merupakan seminar hasil kolaborasi 3 asosiasi, adalah Asosiasi\r\nPengusaha Pengolahan & Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I),\r\nAsosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI) dan Asosiasi Pengusaha Kafe &\r\nRestaurant Indonesia (APKRINDO).
Tahun ini ekspor udang ke luar negeri mendapat tekanan yang\r\ncukup berat. Pada kuartal pertama tahun 2019 nilai ekspor udang Indonesia ke\r\nluar negeri diperkirakan turun sekitar 15 persen dibandingkan kuartal pertama\r\ntahun lalu.
Turunnya nilai ekspor udang Indonesia tersebut\r\nterutama disebabkan persaingan yang sangat ketat di pasar USA, yang merupakan\r\npasar utama udang Indonesia. Udang dari Indonesia mengalami kesulitan\r\nbersaing dengan negara pesaing terutama dengan India dan Equador yang mampu\r\nmenjual udangnya dengan harga yang jauh lebih murah dari pada udang Indonesia.
Untuk mengatasi tekanan tersebut AP5I berupaya mencari dan\r\nmengembangkan pasar baru bagi udang Indonesia. Saat ini pasar ekspor yang\r\ndibidik untuk dikembangkan antara lain China, Korea, Eropa Timur dan Amerika\r\nselatan.
Selain untuk pasar ekspor, AP5I juga berupaya mengembangkan\r\npenjualan udang ke pasar dalam negeri.Budhi Wibowo, ketua umum AP5I menyatakan\r\nbahwa pasar lokal sangat potensial untuk dikembangkan, mengingat jumlah\r\npenduduk Indonesia yang sangat banyak dan kelas menengah ke atas yang tumbuh\r\nsangat pesat.
Sebagai langkah awal penjualan udang ke pasar lokal, pada\r\npameran tersebut AP5I telah melaunchingproduk udang beku kepasar\r\nlokal. Launching produk tersebut diikuti oleh 5 pabrik udang anggota\r\nAP5I yaitu PT, Sekar Bumi, PT. Kelola Mina Laut, PT. Bumi Menara Internusa, PT.\r\nIstana Cipta Sembada dan PT. Altertrade Indonesia.
Budhi menjelaskan bahwa dipasarkannya udang beku kualitas\r\nekspor ke pasar lokal akan memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia\r\nuntuk mengkonsumsi udang yang berkualitas tinggi dan memenuhi standar keamanan\r\npangan.
Udang beku tersebut merupakan udang hasil panen yang masih\r\nsangat segar dari tambak dan segera dibekukan dengan cepat (quick frozen).\r\nProduk udang segar yang dibekukan dengan segera merupakan alternatif terbaik\r\nuntuk dikonsumsi masyarakat secara meluas, karena bisa disimpan\r\npada freezer dalam waktu yang lama tanpa mengalami penurunan\r\nkualitas.
Budhi juga menyampaikan bahwa selama ini hampir 100 persen\r\nproduksi pabrik udang anggota AP5I dijual ke pasar ekspor. Diharapkan dalam\r\nwaktu sekitar 3 tahun sekitar 10 % produksi pabrik udang yaitu sekitar 20.000\r\nton per tahun bisa dipasarkan di dalam negeri. Untuk memberikan jaminan\r\nkualitas kepada konsumen, produk kualitas ekspor yang dipasarkan dalam negeri\r\nakan diberi label KUALITAS AP5I.
Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restaurant Indonesia (APKRINDO)\r\nmenanggapi sangat positif dipasarkannya udang beku kualitas ekspor ke pasar\r\nIndonesia tersebut. Tjahjono Haryono ketua APKRINDO menyatakan,\r\npengawetan dengan pembekuan memang cara yang terbaik untuk menyimpan produk\r\nperikanan karena cara-cara pengawetan produk perikanan lainnya seperti ditambah\r\nbahan kimia tertentu kurang baik bagi kesehatan.
Tjahjono juga menegaskan bahwa anggota APKRINDO siap untuk\r\nmenggunakan udang-udang beku kualitas ekspor tersebut, sehingga konsumen bisa\r\nmenikmati udang yang berkualitas tinggi.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nDihubungi secara terpisah, Hasanuddin Yasni,\r\nKetua Umum Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia yang mempunyai jaringan industri\r\ncold chain dari hulu ke hilir, menyatakan siap mendukung AP5I dalam memasarkan\r\nudang berkualitas tinggi di pasar lokal tersebut. Anggota ARPI akan berkeja\r\nsama dengan pabrik udang dan para distributor. Menyiapkan infrastruktur rantai\r\ndingin yang diperlukan untuk menjaga kualitas udang tersebut tidak menurun.
Sumber : Info Akuakultur

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
