Masyarakat Samarinda saat ini semakin dimanjakan kemudahan.\r\nCukup di rumah saja, semua keinginan bisa terpenuhi. Terbaru, ada layanan jual\r\nbeli ikan secara online, Antarikan.com yang siap memanj...
Masyarakat Samarinda saat ini semakin dimanjakan kemudahan.\r\nCukup di rumah saja, semua keinginan bisa terpenuhi. Terbaru, ada layanan jual\r\nbeli ikan secara online, Antarikan.com yang siap memanjakan. (prokal)\r\nMasyarakat Samarinda saat ini semakin dimanjakan kemudahan. Cukup di rumah\r\nsaja, semua keinginan bisa terpenuhi. Terbaru, ada layanan jual beli ikan\r\nsecara online, Antarikan.com yang siap memanjakan.
Imbauan Pemerintah kepada masyarakat untuk mengurangi\r\naktivitas di luar rumah atau #DiRumahSaja menjadi berkah tersendiri bagi sektor\r\njasa. Termasuk layanan jual beli ikan secara online garapan anak Kota Tepian,\r\nAntarikan.com. Usaha yang baru berjalan tiga bulan terakhir ini semakin ramai\r\ndan diminati masyarakat.
Marketing Antarikan.com Siti Marfia mengatakan, layanan ini\r\nawalnya hanya dihadirkan untuk membantu keluarga yang merupakan agen ikan.\r\nMeningkatkan daya beli masyarakat dengan memasarkan produk secara online. Namun\r\nseiring masifnya imbauan untuk #DiRumahSaja dan work from home (WFH) karena\r\nCovid-19, membuat pergerakan pasar konvensional semakin terbatas. “Di lain\r\nsisi, permintaan kami justru semakin tinggi. Karena baru-baru buka, untuk\r\npemesanan masih fluktuatif. Sehari di angka 70 kg, namun kami punya target\r\nmencapai 100 kg per hari,” ujarnya saat ditemui Kaltim Post, Minggu (12/4/2020).\r\n
Produk yang ditawarkan cukup bervariasi. Terbagi menjadi\r\ntiga kategori. Pertama, ikan harian (layang, kembung, biji nangka, dan\r\ntongkol). Kedua, ikan premium (kakap, terakulu, bawal, dan lain-lain). Ketiga,\r\nberbagai udang, kerang, dan cumi-cumi. “Sejauh ini pembeli kami batasi\r\nseputaran Samarinda. Tentunya dengan harga ongkos kirim yang bervariasi juga,\r\nmulai dari Rp 10 ribu yang jarak dekat (3-5 Km) hingga maksimal Rp 25 ribu\r\nuntuk jarak jauh,” jelasnya. Siri mengungkapkan, keunggulan pihaknya dibandingkan\r\nmodel bisnis lainnya yakni memiliki manajemen risiko yang baik.
Sebab ikan merupakan barang fast moving lantaran memiliki\r\ndaya tahan yang rendah. Oleh karena itu, pihaknya bekerja sama dengan supplier\r\ndari segi produk, jadi yang menanggung ikan yang tidak laku adalah supplier.\r\n“Tugas kami adalah menjaga barang agar tetap fresh dan terjual ke pelanggan.\r\nMakanya nama kami bukan Jualikan.com, tapi Antarikan.com. Fokus kami adalah\r\nmenyampaikan produk agar fresh hingga tangan pelanggan,” tuturnya. Untuk\r\npemesanan, pembeli bisa chat ke admin via WhatsApp atau masuk ke Antarikan.com.\r\n
Setelah itu pembeli memesan ikan, bisa pre order, atau antar\r\nlangsung. Setelah itu pesanan diantar dan ikannya dibayar jika pesanan telah\r\nsesuai. “Sampai saat ini kami sudah memiliki tiga kurir yang siap beroperasi.\r\nBaik menggunakan mobil atau motor. Ini kami persiapkan untuk menangani pesanan\r\ndari rumah tangga atau industri,” ungkapnya. Siti mengungkapkan, saat ini\r\nkendala utama yang dihadapi adalah jangkauan. Baik secara online, maupun\r\noffline.
Kalau jangkauan secara offline banyak pelanggan yang merasa\r\npengirimannya terlalu jauh dari kantor. “Kalau jangkauan secara online kami\r\nterkendala pada digital awareness, dalam arti masyarakat di Samarinda masih\r\nsenang menggunakan aplikasi WhatsApp dibandingkan dengan menggunakan aplikasi\r\nAntarikan. Sehingga walaupun kami mencoba untuk membuat aplikasi, tapi kami\r\nmasih redirect ke nomor WhatsApp admin,” terangnya.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
Dia berharap bisa bekerja sama dengan para pedagang ikan di\r\nseluruh Samarinda untuk memaksimalkan jangkauan. Misal ada pembeli dari\r\nSamarinda Seberang, produknya tinggal diantar dari pedagang ikan di Samarinda\r\nSeberang. “Namun tetap menggunakan jasa kurir kami. Jadi bisa memaksimalkan\r\nwaktu, efisiensi dan juga meningkatkan nilai daya tambah terutama pada produk\r\nhasil laut,” pungkasnya.
Sumber: Bontangpost.id

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
