Minapoli
Aditya Bangun Fish Village agar Warga Bisa Beli Ikan Berkualitas dengan Murah
Mas

Aditya Bangun Fish Village agar Warga Bisa Beli Ikan Berkualitas dengan Murah

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
3 menit baca

Bermula dari keresahan masyarakat yang sulit\r\nmendapatkan ikan dengan kualitas baik dan harga yang murah, Aditya Pradewo\r\nbersama empat rekan lainnya memutuskan untuk membuat startup berbasis penj...

Bermula dari keresahan masyarakat yang sulit\r\nmendapatkan ikan dengan kualitas baik dan harga yang murah, Aditya Pradewo\r\nbersama empat rekan lainnya memutuskan untuk membuat startup berbasis penjualan\r\nikan.


Kepada Hi!Pontianak, Adit mengungkapkan, keinginannya agar\r\nmasyarakat khususnya di Kalbar dapat mengonsumsi ikan kualitas yang baik dengan\r\nharga murah. Selama ini, kata Adit, masyarakat harus merogoh kantong\r\ndalam-dalam untuk mendapatkan ikan dengan kualitas yang baik.

Begitu juga sebaliknya, ketika masyarakat hanya mampu\r\nmembeli ikan dengan harga murah, maka ia mendapatkan ikan dengan kualitas yang\r\nkurang berkualitas. Dari permasalahan tersebut, Adit bersama empat rekannya,\r\nyakni Edy Tanto, Feryadi, Ghandy dan Irwan Kurnia memutuskan untuk membuat\r\nsuatu aplikasi penjualan ikan, mereka menjual ikan dengan penyajian kualitas\r\nbaik dan harga yang murah.

Dari upaya tersebut, Adit berharap semua golongan masyarakat\r\ndapat makan ikan dengan kualitas baik dan harga yang murah. Sejak awal 2018,\r\nsebuah aplikasi bernama Fish Village akhirnya diluncurkan. Adit yang sebelumnya\r\ncinta dengan dunia perikanan merasa bangga dapat menjual ikan-ikan dengan\r\nkualitas baik.

“Kebetulan saya\r\nbergerak di bidang perikanan sebagai usaha pribadi dan di situ saya melihat\r\nikan sebenarnya harganya tidak mahal, hanya karena ada layer-layer maka harga\r\nikan menjadi mahal. Sehingga pada saat ke pembeli dia bisa dapat barang bagus\r\ntetapi harga tinggi dan harga rendah tapi kualitas jelek, itukan kasihan\r\napalagi ini barang yang bisa kita konsumsi,” kata Adit, Selasa (14/4).

Upaya yang dilakukan tersebut adalah ia memotong jalur\r\ndistribusi. Sehingga pembelian ikan dari nelayan langsung diolah di pabrik dan\r\nlangsung sampai di tangan pembeli, tanpa ada layer-layer berikutnya.

“Kita memutuskan problem solving ini, problem dimana\r\nmasyarakat kita inginkan untuk dapat makan ikan dengan harga yang sesuai dengan\r\nkualitas yang sesuai juga. Sehingga, kita memotong jalur distribusi dari\r\nnelayan, ke pabrik dan pembeli, itu yang kita bangun seperti itu,” jelasnya.

Ia mengatakan, upaya penjualan ikan dengan kualitas baik dan\r\nharga murah tersebut memang tak mendapatkan untung yang terlalu tinggi. Namun\r\nmasyarakat dapat mengkonsumsi ikan dengan kualitas baik adalah tujuan utamanya.

“Karena sebenarnya barang ini tidak mahal, tapi menjadi\r\nmahal karena banyak lapisan tengkulak dan agen yang harus dilewati. Sehingga\r\nharga yang kami ambil adalah harga tertinggi nelayan dengan kualitas terbaik,\r\nakan tetapi walau kami ambil harga tertinggi di nelayan, itu tetap terasa murah\r\ndi masyarakat. Kita ambil untung sangat tipis, karena yang kita kejar itu quantity\r\ndengan menjaga quality,” paparnya.

Tak hanya kepada masyarakat, ia juga membantu para nelayan\r\nuntuk mendistribusikan ikan ke pasar. Adit mengatakan, ikan didapat dari\r\nnelayan-nelayan yang berada di Kalbar dan pulau Natuna.

“Setelah ikan diambil dari nelayan, kita bawa ke pabrik\r\nuntuk dipilah sesuai kualitasnya, kemudian yang bagus dibekukan dengan standard\r\nexport. Sampai nantinya ada pembelian baru diantar langsung ke rumah,”\r\nungkapnya.

Aplikasi tersebut tentunya memudahkan masyarakat, khususnya\r\nibu rumah tangga yang tidak perlu repot-repot keluar rumah untuk membeli ikan,\r\nsetelah membeli ikan dari halaman aplikasi Fish Village, ikan dapat di antar\r\nmenggunakan jasa pengantaran.

“Kita melayani setiap hari, setiap hari dibagi menjadi 3\r\ngelombang pengantaran, ada pagi pukul 06.00-08.00 WIB. Siang pukul 09.00-11.00\r\nWIB. Sore pukul 14.00-16.00 WIB,” ucapnya.

Sementara itu, kata Adit, ikan-ikan yang paling banyak\r\ndikonsumsi masyarakat Kalbar sendiri, yakni ikan tenggiri, kembung, bawal\r\nhitam, kakap merah, udang, cumi, lele, bandeng dan patin. Ia juga mengatakan,\r\naplikasi tersebut direspon baik oleh masyarakat karena telah memudahkan\r\nmasyarakat mencari ikan dengan kualitas baik dan harga murah.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

“Dari hasil survei\r\nbanyak yang merespons bagus, positif. Namun sampai hari ini kita masih coba\r\nuntuk terus memperbaiki, karena ini dari putra Kalbar, putra daerah dan kita\r\nakui kita kekurangan update teknologi, tapi kita tetap berusaha untuk selalu\r\nmemperbaiki,” pungkasnya.


Sumber: Kumparan

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan