Minapoli
4 Jenis Udang Unggulan Indonesia
Udang

4 Jenis Udang Unggulan Indonesia

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
3 menit baca

Udang merupakan komoditas ekspor andalan bagi Indonesia,\r\nmemberikan kontribusi devisa yang cukup besar. Komoditas udang yang diekspor\r\nyakni udang beku, udang segar dan udang olahan. Saat in...

Udang merupakan komoditas ekspor andalan bagi Indonesia,\r\nmemberikan kontribusi devisa yang cukup besar. Komoditas udang yang diekspor\r\nyakni udang beku, udang segar dan udang olahan.

Saat ini Indonesia termasuk sebagai negara produsen udang\r\ntertinggi di dunia. Komoditas udang Indonesia bersaing adalah India, Vietnam,\r\nEkuador, Tiongkok, Thailand, dan Argentina. Pangsa pasar utama ekspor udang\r\nmenyasar Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara di kawasan Eropa.

Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS),\r\nekspor udang Indonesia mencapai 136,3 ribu ton dengan nilai US$1,13 miliar\r\nsepanjang Januari hingga Agustus 2016. Volume ekspor udang naik 6,84%,\r\nsedangkan nilai ekspor udang naik 3,75%.

Berikut ini jenis udang komoditas ekspor terunggul dari\r\nIndonesia :

Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei)


Pembudidayan udang vannamei sedang berkembang pesat di\r\nIndonesia akhir-akhir ini. Udang Vannamei memiliki berbagai keunggulan\r\ndibandingkan udang lain, semisal lebih tahan serangan penyakit, pertumbuhan\r\nlebih cepat, masa pemeliharaan lebih singkat, tergolong tinggi daya tahan hidup\r\nselama pemeliharaan, pemberian pakan yang relatif lebih mudah.

Udang vannamei bisa dikembangkan dengan teknik pola tambak\r\nudang tradisional, semi-intensif, maupun supra intensif. Udang Vannamei sangat\r\ndiminati oleh pasar Amerika Serikat. Vananmei dapat dijual dalam ukuran kecil\r\nsampai sedang (ukuran 15-25 gram per ekor). Harga udang vannamei dapat mencapai\r\n80 ribu rupiah per kilogram.

Udang Windu (Penaeus monodon)


Udang Windu merupakan udang asli Indonesia. Udang windu\r\ndikenal juga sebagai tiger shrimp. Udang windu digemari sebagai bahan makanan\r\nkarena badannya yang tergolong besar dan rasanya manis gurih. Pasar ekspor\r\nudang windu dari Indonesia ke Jepang dan kawasan Eropa.

Harga jual udang windu lebih tinggi dibandingkan udang\r\nvaname. Namun, udang windu lebih sulit dalam proses pemeliharaan. Hingga saat\r\nini udang windu masih memiliki kerentanan yang tinggi dibandingkan dengan udang\r\nvannamei. Udang windu masih mudah terserang penyakit atau virus yang bisa\r\nmenimbulkan kematian.

Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii)


Udang galah dikenal juga sebagai Fresh Water shrimp. Udang\r\ngalah disukai oleh pasar Asia karena memiliki kandungan asam lemak jenuh tidak\r\nterlalu tinggi dampak dari hidup di air tawar. Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) memiliki\r\nukuran paling besar dibandingkan jenis udang air tawar lainnya.

Udang galah mempunyai nilai ekonomis tinggi, karena harga\r\njualnya lebih tinggi dibanding hasil budidaya air tawar lainnya. Namun, udang\r\ngalah saat ini masih dianggap sulit untuk dibudidayakan, lantaran sifat aslinya\r\nsuka memangsa sesama atau kanibalismenya tinggi..

Udang Jerbung (Penaeus merguiensis)


Udang Jerbung merupakan udang asli Indonesia yang dikenal\r\njuga sebagai udang putih. Udang Jerbung dapat ditemukan di hampir semua kawasan\r\nperairan Indonesia dan popular di luar negeri. Udang Jerbung menjadi komoditas alternatif\r\nuntuk dibudidayakan selain udang vaname, galah, dan windu. Keberhasilan Balai\r\nBesar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Jawa Tengah mengembangkan\r\nproduksi benih udang jerbung secara massal menjadi modal pengembangan komoditas\r\nudang di masa mendatang.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Udang Jerbung dikembangkan dengan mengadopsi teknologi\r\nproduksi udang windu dan menggunakan program pemuliaan buatan (breeding).\r\nTeknologi ini berhasil meningkatkan kelangsungan hidup hingga 40 persen. Dengan\r\nadanya udang jerbung Pemerintah Indonesia ingin mengurangi ketergantungan\r\nterhadap udang vaname. Hal ini karena benih udang vaname hingga saat ini masih\r\nharus impor.


Sumber : ISW , Mongabay

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan