Minapoli
3 Bank BUMN Siap Dukung Penyaluran KUR Sektor Kelautan & Perikanan
Mas

3 Bank BUMN Siap Dukung Penyaluran KUR Sektor Kelautan & Perikanan

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
4 menit baca

Tiga bank BUMN, yakni Bank Mandiri, BRI, dan BNI siap\r\nmendukung penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor Kelautan dan Perikanan.Sekadar informasi, sejak Januari hingga April 2020 realisasi\r\...

Tiga bank BUMN, yakni Bank Mandiri, BRI, dan BNI siap\r\nmendukung penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor Kelautan dan Perikanan.

Sekadar informasi, sejak Januari hingga April 2020 realisasi\r\nKUR di sektor kelautan dan perikanan (KP) baru mencapai 44.431 orang, sementara\r\njumlah pelaku usaha berdasarkan data Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan\r\n(KUSUKA) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), tercatat 1.075.488 orang\r\natau unit usaha yang tervalidasi.

KKP pun mengajak lembaga keuangan untuk menjaring calon\r\ndebitur potensial di sektor kelautan dan perikanan. Terlebih realisasi KUR\r\nsektor KP baru terserap Rp1,39 trilyun dengan prosentase terbesar di bidang\r\nusaha budidaya perikanan disusul usaha penangkapan ikan, perdagangan, jasa,\r\npengolahan dan pergaraman.

Melalui Marine and Fisheries Business and Investment Forum\r\n(MFBIF) bertema ‘KUR – Akses Cepat, Bisnis Kelautan dan Perikanan Maju Pesat’,\r\nKKP ingin para pemangku kepentingan bisa memaksimalkan pemanfaatan KUR. Webinar\r\nyang diikuti oleh 1.277 peserta tersebut menghadirkan pembicara dari tiga bank\r\nBUMN, yakni BRI, BNI, dan Mandiri.


Dalam diskusi tersebut, Program and Partnership Business\r\nDivision Bank BRI, Djoko Purwanto, menilai kartu KUSUKA sangat membantu lembaga\r\nperbankan guna mengetahui profil pelaku usaha kelautan dan perikanan.\r\nMenurutnya, selain sebagai identitas tunggal, baik individu maupun korporasi,\r\nkartu KUSUKA juga dapat menjadi data base program perlindungan dan\r\npemberdayaaan, termasuk didalamnya pemberian modal kerja, baik melalui KUR\r\nmaupun non-KUR.

“Kartu KUSUKA menjadi sangat penting, karena perbankan\r\nmenjadi lebih percaya dalam menyalurkan KUR,” kata Djoko.

Tak hanya itu, adanya profil pelaku usaha tersebut\r\nmemudahkan BRI menyusun pembiayaan yang tepat sebagaimana profil pelaku.\r\nSehingga unit cost yang dibutuhkan pelaku usaha bisa diberikan sesuai dengan\r\nkebutuhannya, berikut struktur, syarat dan pola pembiayaan bisa disesuaikan\r\ndengan pola usaha perikanan, apakah musiman atau bulanan.


Senada, BNI juga akan memberikan pola pembiayaan yang\r\nmenjadi kebutuhan dari para nelayan dan petambak. Bahkan, Group Head Goverment\r\nProgram Divisi Bisnis Usaha Kecil Bank BNI, Chandra Bagus Sulistyo menyebut\r\npihaknya siap berkolaborasi dengan menyediakan market place penjualan hasil\r\ntangkapan/panen dan kebutuhan melaut serta usahanya. Selain itu BNI juga\r\nmenyiapkan aplikasi untuk mempermudah proses produksi, dan memberikan\r\npendampingan kepada nelayan.

“BNI mencoba untuk melakukan kolaborasi dengan beberapa\r\nstart up. Tujuannya untuk memberikan tools dan ekosistem sehingga membantu\r\nnelayan/petambak meningkatkan produktivitasnya. Saat ini BNI telah melakukan\r\nsinergi dengan start up Aruna, FisTx, dan FishON,” urai Chandra.

Sementara Senior Vice President Bank Mandiri, Nila Mayta Dwi\r\nRihandjani menjabarkan strategi inovasi penyaluran KUR sektor KP dengan\r\nmengembangkan klaster–klaster tertentu berbasis pengembangan masyarakat\r\n(community development). Dijelaskannya, Bank Mandiri telah membagi 4 klaster,\r\ndi antaranya budidaya perikanan seperti udang vaname di Muara Gembong, Bekasi\r\nyang bekerjasama dengan Lembaga Masyarat Desa Hutan (LMDH) dan Perum Perikanan\r\nIndonesia sebagai off-taker.

Berikutnya klaster perikanan tangkap seperti yang dilakukan\r\ndi Lamongan, Madura, dan Cirebon bekerjasama dengan PT. Kelola Mina Laut\r\nsebagai off-taker. Klaster ketiga ialah pengolahan hasil perikanan, yakni\r\npembuatan dan pengembangan produk KUR melalui skema kerjasama dengan Perusahaan\r\ndan UMKM yang bergerak pada Pengolahan Hasil Perikanan. Tujuannya agar ada\r\nkepastian bagi nelayan bahwa hasil tangkapannya dibeli dan diolah dengan nilai\r\nyang lebih baik.

Terakhir, klaster pergaraman, yakni pembuatan dan\r\npengembangan produk KUR skema kerjasama dengan perusahaan dan UMKM terkait\r\nuntuk produksi garam di Madura dan Cirebon.

Nila menambahkan, pihaknya pun membangun pola value chain,\r\ndimana ada kerjasama antara Bank Mandiri dengan perusahaan inti sebagai off\r\ntaker dan juga dengan debitur KUR. Bahkan, saat ini Bank Mandiri menyiapkan\r\naplikasi Instant Approval KUR yang masih dalam proses pengembangan bernama LMS\r\n(Loan Micro Sales atau Mikro Kredit Sales). Aplikasi ini nantinya memudahkan\r\nmekanisme penyaluran kredit menggunakan smartphone sebagai inovasi mempercepat\r\nproses penyaluran KUR kepada masyarakat yang membutuhkan.


“Jadi disini ada mutual benefit dimana si debitur KUR\r\nmendapatkan penyaluran bantuan dan penyaluran kredit yang disesuaikan dengan\r\nkebutuhan mereka,” jelas Nila.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebelumnya, KKP telah menyiapkan sejumlah strategi untuk\r\nmemaksimalkan penyerapan KUR di sektor kelautan dan perikanan. Bahkan, KKP juga\r\nmembentuk Kelompok Kerja (pokja) Kredit Program sektor kelautan dan perikanan.\r\nAdapun anggotanya ialah para Eselon I lingkup KKP, Pusat Investasi Pemerintah\r\nKemenkeu, Perbankan yang terdiri dari BRI, Mandiri, BNI, Lembaga Keuangan non\r\nBank seperti BLU LPMUKP, Pegadaian, Permodalan Nasional Madani, Bahana Artha\r\nVentura, dan Jamkrindo


Sumber: KKP News

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan